Rabu, 14 Agustus 2013

BELAJAR MENJADI PRIBADI YANG BIJAKSANA


Ama Kia LewoBahan

Pendidikan Karakter BELAJAR MENJADI PRIBADI YANG BIJAKSANA Hal yan g sangat menyedihkan adalah saat kita jujur pada teman kita, tapi dia berdusta pada kita; Saat dia tlah berjanji pada kita, tapi dia mengikarinya; Saat kita memberikan perhatian, namun dia tidak menghargainya. Biarlah… Jangan pernah menyesali atas apa yg terjadi pada kita, Sebenarnya hal yang kita alami sedang mengajari kita… Saat teman kita berdusta padamu atau tidak menepati janjinya pada kita atau tidak menghargai perhatian yang kita berikan, sebenarnya dia telah mengajari kita agar kita tidak berprilaku seperti dia! Bila kita dibutuhkan hanya pada saat dia kesulitan, sebenarnya juga tlah mengajari kita untuk menjadi orang yg arif & santun, Kita tlah membantunya saat dia kesulitan. Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kita alami, ataupun bertemu dengan orang yang menjengkelkan, EGOIS & sikap yang tidak mengenakkan. Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang di kecewakan, di sakiti, tidak diperdulikan atau dicuekin, bahkan dicaci & dihina Biarlah… Sebenarnya orang tersebut sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati & jiwa, Melatih untuk menjadi orang yang sabar & mengajari kita untuk tidak berprilaku demikian. Itu semua diperlukan agar kelak diri kita menjadi pribadi yang bijaksana. Semoga Bermanfaat Foloow us on twitter:@penakarakter

We the Congregation = Kita Kongregasi "Jangan dhewe-dhewe!"


foto dari FB P Adi Purnama SCY

SCJ di Indonesia


Telah delapan puluh tahun lebih SCJ hadir di tengah-tangah Gereja Indonesia, khususnya Gereja Sumatera Selatan. Sampai saat ini para imam dan bruder SCJ berkarya di empat keuskupan, yaitu Keuskupan Palembang, Keuskupan Tanjungkarang, Keuskupan Agung Jakarta, dan Keuskupan Timika. Dalam tiga keuskupan ini, SCJ terlibat melayani umat di 27 Paroki. Hingga saat ini keterlibatan SCJdi Keuskupan Agung Jakarta meliputi tiga paroki yaitu Paroki St. Stephanus Cilandak, St. Antonius Bidaracina dan St. Barnabas Pamulang.
Para Bruder berkarya dalam bidang pastoral, pendidikan, administrasi, kesehatan, pertanian, perbengkelan, dan beberapa bidang lain. Para bruder juga menyediakan diri untuk menjadi misionaris di India dan Filipina. Dan seorang bruder berkarya di Jendralat SCJ di Roma.
Berdasarkan situasi, kebutuhan dan arah dasar pelayanan masing-masing paroki, para SCJ tetap berusaha mengejawantahkan semangat kongregasi dalam setiap gerak hidupnya. Dalam hal ini tidak hanya dimaksudkan bahwa di paroki-paroki tersebut diselenggarakan kegiatan devosional Hati Kudus. Tetapi para SCJ lebih mengaktualkan semangat kongregasi dalam karya pelayanan umat, dalam kesaksian hidup dan dalam hidup doa serta hidup berkomunitas. Para SCJ yang berkarya di paroki tidak membatasi diri pada pelayanan harian parokial. Banyak yang membuka diri untuk mewujudkan kepedulian sosial dengan karya-karya sosial. Mulai bertumbuh pula kepedulian untuk memperhatikan kelompok ­kelompok kategorial. Oleh karena itu, pelayanan dalam batas teritorial paroki menjadi kesempatan pula untuk melakukan karya sosial dan mengembangkan kelompok­kelompok dan karya kategorial. "Karya-karya konfrater di sini baik," ungkap Pastor M.J. Weusten, Provinsial pertama SCJ Indonesia.
Sejak peralihan orientasi pelayanan dari pelayanan parokial, banyak SCJ yang membuka diri untuk pelayanan kategorial. Prioritas karya pendidikan bagi anggota SCJ ternyata juga diikuti oleh perhatian kepada pendidikan masyarakat. Beberapa SCJ terlibat dalam penyelenggaraan dan proses belajar mengajar di Sekolah Tinggi MUSI di Palembang. Karya ini adalah perwujudan kerjasama dengan Keuskupan Agung Palembang untuk memenuhi kebutuhan Gereja lokal dan masyarakat pada umumnya. Hampir di semua paroki terdapat sekolah yang dikelola oleh yayasan Katolik. Begitu besar perhatian para SCJ terhadap karya pendidikan di paroki mereka. Di Tanjung Sakti, sekolah merupakan salah satu ujung tombak karya pelayanan Gereja bagi masyarakat. Kepedulian para SCJ terhadap bidang pendidikan sudah dipupuk sejak masa formasio (pendidikan) di Yogyakarta. Semua calon imam tahun kedua mengambil kesempatan untuk mengajar di salah satu sekolah di Yogyakarta. Perhatian terhadap pendidikan bagi calon imam dan religius juga semakin besar.
We the Congregation = Kita Kongregasi "Jangan dhewe-dhewe!" Inilah ungkapan khas alm. Br.Odulphus van Gisbergen, bruder yang telah lama berkarya di Seminari Palembang. Ungkapan ini bukanlah ungkapan kosong atau ungkapan ringan spontan tanpa arti. Ungkapan ini ternyata dilandasi oleh suatu refleksi yang mendalam. Refleksi mengenai hal ini sudah dilakukan lama sekali. Bruder yang sangat menekankan sikap taat kepada pimpinan ini menemukan dan merasakan bahwa sikap “dhewe-dhewe” (sendiri-sendiri) bukanlah sikap yang benar dan sesuai dengan semangat SCJ.
Ia bisa membuat penilaian terhadap seorang seminaris dalam hal ini ketika bermain sepak bola. Bila dalam permainan sepak bola seorang seminaris senang bermain sendiri, ia langsung berkomentar, "Kapan itu dhewe-dhewe, tidak bisa menjadi imam SCJ!" Dan setiap perkataannya dalam hal ini selalu dibuktikan oleh kenyataan. Tidakkah "jangan dhewe­dhewe" senada dengan istilah SCJ yang akhir-akhir ini didengungkan, "We the Con­gregation?"
Sekarang ini kita hidup dalam dunia yang dibayang-bayangi oleh banyak ideologi (terutama sekularisme) dan oleh banyak ketidakadilan. Dalam dunia kita inilah para SCJ dipanggil untuk memancarkan terang dan menghidupkan api Hati Kudus Yesus, yaitu "menjadikan Yesus Kristus sebagai jantung dunia". Inilah kharisma SCJ, yaitu masuk dalam dunia yang dibayang-bayangi oleh kegelapan, tetapi sekaligus kita menyinarinya dan membaharuinya dari atas, dari Hati Kudus Yesus yang mengusir kegelapan dunia.
SCJ merangkul seluruh bumi dan menjadikannya satu, tanpa satu segipun yang terkecualikan dari rahmat yang menyelamatkan. Perlu digalakkan komunikasi timbal balik antara semua anggota, sehingga dengan demikian kita manusia dipersatukan. Di sini ditunjukkan semangat kebersamaan (communio) yang harus semakin memberikan kekhasan kepada setiap anggota SCJ di masa mendatang dalam dunia yang semakin global. Semangat "Kita Kongregasi" ini menunjuk pada tugas misi baru, kerasulan sosial, Tugas misi di dunia yang terkena akibat sekularisasi. Semangat ini memperlihatkan suatu susunan ke-SCJ-an lebih jelas dalam menjalankan tugas misi. Dengan semangat ini kita dapat lebih siap menghadapi masalah-masalah setempat sebagaimana dihayati dalam kerja sama antara SCJ provinsi Indonesia dengan seluruh Kongregasi. Semboyan yang tepat untuk mengungkapkan semangat ini adalah "Thinking globally, acting locally."
Kesatuan dengan seluruh Kongregasi dinampakkan dalam perhatian kepada masalah-masalah sosial. Perhatian terhadap masalah-masalah sosial sebagai ungkapan spiritualitas pemulihan, masuk dalam setiap proyek Provinsi dan kongregasi. Dalam ungkapan yang lebih konkret, SCJ hadir.dekat dengan mereka yang terlibat berkarya untuk keadilan dan solidaritas dengan mereka yang menderita. Ini perlu menjadi kepedulian SCJ sebagai tokoh-tokoh rekonsiliasi. Oleh karena itu pilihan terhadap karya konkret haruslah menjawab permasalahan setempat. Tempat yang berjauhan dan budaya yang berbeda menjadi suatu kekuatan yang saling mendukung dalam pewartaan Injil. Ada jalinan kerjasama internasional antar provinsi, saling membantu dan saling mengembangkan. Mereka sungguh-sungguh ingin menanggapi seruan Yesus sendiri, "Semoga Mereka Bersatu". Semangat ini terwujud dalam banyak proyek atau karya bersama, antara lain misi di Filipina, misi di India, kebersamaan dalam hal personil dan kerjasama dalam bidang pendidikan
1. Misi di Filipina
Sejak tahun 1990 SCJ membuka misi baru di Filipina, tepatnya di kepulauan Mindanao. Kita mengenal Filipina sebagai negara yang penuh pergolakan politik. Namun SCJ datang bukan untuk terlibat atau menyelesaikan masalah-masalah politik di negeri Magsaysay itu. Kedatangan SCJ ke Filipina terutama didorong oleh kasih Hati Yesus sendiri, yang mengasihi semua manusia tanpa mengenal suku bangsa tertentu. Ia mengasihi semuanya.
Kelompok misi pertama ke Filipina terdiri dari 9 (sembilan) imam. Mereka berasal dari 7 (tujuh) provinsi, antara lain Indonesia. Dengan semangat misioner yang telah lama tertanam dari Bapa Pendiri, para misionaris itu menyatu dalam kehidupan sehari-hari dengan masyarakat Filipina yang heterogen. Tidak sedikit rintangan dan bahaya yang mereka hadapi. Pertikaian politik yang selalu mencekam, kemiskinan yang sangat memprihatinkan, mereka satukan dengan penderitaan dan korban Kristus sendiri. Mereka senantiasa berharap agar masih ada hati yang rela berkorban dan bergabung dengan mereka. Banyak tenaga dibutuhkan untuk misi di Filipina ini. Provinsi Indonesia tetap mendukung misi ini dengan tenaga-tenaga siap pakai yang dikirim setiap tahun.
2. Misi di India
Pada akhir tahun 1995 dikirim utusan ke India. Pastor Martin van Ooij SCJ dari provinsi SCJ Indonesia mengawali karya misi di India. Sambutan hangat diberikan oleh umat dan uskup Kerala. Pada awal misi di India ini dialami kesulitan terutama perihal perijinan untuk tinggal di sana. Orang asing hanya boleh tinggal selama tiga bulan sebagai visitor atau turis. Namun ini bukan menjadi penghalang. Meskipun setiap tiga bulan harus membaharui ijin tinggal, para misionaris tetap kembali untuk melayani umat India.
Di daerah misi ini, para SCJ berusaha menanggapi situasi dan permasalahan yang dihadapi umat Katolik India khususnya, dan masyarakat India pada umumnya. Pernyataan-pernyataan keprihatinan diungkapkan ketika terjadi penderitaan rakyat akibat kesalahan pemerintah. Para SCJ juga membela rakyat, ketika keamanan hidup mereka tidak terjamin. Kiranya bidang sosial akan menjadi titik berat kerasulan dan pelayanan SCJ di India.
3. Kerjasama Dalam Bidang Pendidikan
Kerjasama dalam bidang pendidikan ini diwujud nyatakan dalam pengiriman para SCJ untuk memperdalam bidang tertentu di luar negri. Pada saat ini ada 8 orang yang berada di berbagai negara dalam rangka pendidikan. Pastoral, Misiologi, Jurnalisme, Hukum Gereja, Dogma, Kitab Suci, Spiritualitas, Komunikasi massa, Psikologi, Ilmu ­ilmu sosial dan beberapa bidang lain menjadi bidang-bidang dalam kerjasama pendidikan ini. Dengan demikian banyak SCJ yang mempunyai rasa internasional.
Banyak SCJ muda yang telah terlibat dalam kerjasama ini, sehingga mereka bisa diandalkan untuk bidangnya masing-masing. Diharapkan pada masa mendatang pengetahuan dan ketrampilan mereka bisa digunakan untuk membangun Gereja Sumatera bagian Selatan dan Gereja Indonesia umumnya.
Source : Wikipedia

Jumat, 09 Agustus 2013

Foto: Gereja Katolik Tarutung yang bergaya inkulturatip Batak Toba




Source : FB Leo Sipahutar Ofmcap

Paus prihatin konsumerisme di kalangan anggota Gereja



Paus prihatin konsumerisme di kalangan anggota Gereja 


Paus Fransiskus mengecam konsumerisme di kalangan anggota Gereja sebagai racun yang mengancam kebahagiaan sejati.

Paus menyampaikan pernyataan itu pada 4 Agustus, di hadapan para hadirin di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, sebelum Doa Angelus.

“Pertemuan dengan Yesus yang hidup, dalam keluarga besar yang adalah Gereja, kita hendaknya mengisi hati dengan sukacita, mengisinya dengan kehidupan yang benar, serta kebaikan. Unsur-unsur ini tidak boleh hilang atau dirusak,” katanya.

“Tapi, sehari-hari pengalaman ini harus menghadapi keangkuhan, racun akibat kekosongan nilai-nilai yang merasuk masyarakat kita, yang mengutamakan keuntungan dan mengejar(harta), dengan menipu orang muda menjadi konsumerisme,” katanya.

“Orang-orang muda sangat sensitif bila kekosongan makna dan nilai-nilai yang melindungi mereka,” katanya. “Dan sayangnya, mereka menjadi korban.”

“Kekayaan sejati adalah kasih Allah maka kasih itu dibagikan kepada saudara-saudara Anda. Karena kasih itu berasal dari Allah maka kita perlu berbagi, dan mendorong kita saling membantu,” kata Paus.

Menurutnya, “Orang yang mengalami kasih ini tidak akan takut mati, dan menerima kedamaian hati.”

Paus juga mengulangi pernyataannya pada Misa saat ia merayakan acara puncak Hari Kaum Muda sedunia pada 28 Juli di Rio de Janeiro, yang menarik sekitar 3 juta orang ke pantai Copacabana.

“Hari Kaum Muda Sedunia tidak ada ‘kembang api,’ tapi antusiasme orang muda sangat tinggi,” katanya.

“Orang muda Katolik tidak mengikuti Paus, tapi mereka mengikuti Yesus Kristus, memikul salib-Nya,” tambah Bapa Suci.

Sumber: Catholic News Service

disadur dari:
http://indonesia.ucanews.com/2013/08/07/paus-kecam-konsumerisme-di-kalangan-anggota-gereja/
 — bersama Vita Ody.

ADORASI dalam Pandangan Uskup dan Keuskupan Agung Semarang Selayang Pandang





ADORASI dalam Pandangan Uskup dan Keuskupan Agung Semarang
Selayang Pandang 

Adorasi, dalam hal ini Adorasi Ekaristi Abadi adalah istilah yang diumatkan pada banyak paroki dalam wilayah Keuskupan Agung Semarang. Istilah tersebut mengandung muatan yang sama dengan istilah Adorasi Sakramen Mahakudus yang abadi. Adorasi Ekaristi Abadi terjemahan dari Perpetual Eucharistic Adoration. Kalau kita membuka internet, dan tanya pada Mbah Google mengenai Perpetual Eucharistic Adoration, akan kita peroleh informasi yang berlimpah mengenai Adorasi Ekaristi Abadi, yang dipaparkan dari berbagai sudut pandang: sejarah, teologi, serta praktek hidup rohani umat bereiman sampai sekarang dalam Gereja Katolik. 

Dalam tradisi hidup rohani, kerinduan umat beriman akan persatuannya dengan Yesus dinyatakan antara lain dalam Adorasi Ekaristi. Adorasi Ekaristi dilakukan secara benar bila selalu dihubungkan dengan perayaan Ekaristi, yang menjadi “sumber dan puncak seluruh hidup kristiani” . Saya katakan dilakukan secara benar, karena bisa jadi dilakukan secara tidak benar, yaitu apabila orang memisahkan Adorasi Ekaristi dari Perayaan Ekaristi, sampai mengatakan, “Bagi saya cukup Adorasi Ekaristi, tak usah merayakan Ekaristi.”

Dewasa ini muncul kehendak untuk meningkatkannya dengan menyelenggarakan Adorasi Ekaristi Abadi . Almarhum Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 2 Desember 1981 mengawali Adorasi Ekaristi Abadi di kapel Basilika Santo Petrus Roma, dan berharap agar di setiap paroki diadakan Adorasi Ekaristi Abadi. Harapan tersebut dinyatakan lagi dalam Kongres International Ekaristi ke-45 di Sevilla, Spanyol, Juni 1993. Dikatakannya, “Saya berharap, bahwa bentuk adorasi abadi dengan pentahtaan tetap Sakramen Mahakudus dapat berlanjut di kemudian hari. Saya berharap bahwa buah dari Kongres ini menghasilkan pengadaan Adorasi Ekaristi Abadi di semua paroki dan komunitas kristiani sampai ke seluruh dunia”. 

Pope John Paul II 45th International Eucharistic Congress in June 1993 in Seville Spain: "I hope that this form of perpetual adoration, with permanent exposition of the Blessed Sacrament, will continue into the future. Specifically, I hope that the fruit of this Congress results in the establishment of Perpetual Eucharistic Adoration in all parishes and Christian communities throughout the world." 

Ekaristi Kudus adalah sakramen kemurahanhati yang tanpa batas dari Allah terhadap manusia. Bila kita murah hati sebagai tanggapan kita kepada-Nya dalam sakramen kasih itu, Allah melimpahkan kebaikan-Nya yang tanpa batas kepada semua manusia. Allah akan memberkati kamu, kelaurgamu dan dunia sepuluh kali korban itu karena Allah tak dapat dikalahkan dalam kemurahhati. Mereka yang murah hati dan bersedia melakjkan korban dengan mengambil waktu yang paling sulit adalah mereka yang menurunkan berkah Allah ke bumi seperti hujan yang tercurah dari langit. Karena Paus Yohanes Paulus II berseru, “Bermurah hatilah menyisihkan waktu untuk menemui-Nya.” (Dominicae Cenae) 

The Holy Eucharist is the sacrament of God's infinite generosity towards man. When we are generous in our response to Him in this sacrament of love, God pours out His infinite goodness upon all mankind. God will bless you, your family and the world ten times as much for this sacrifice because God cannot be outdone in generosity. Whatever we give to Him, He gives us back ten, a hundred times as much. Those who are generous and willing to make a sacrifice by taking one of the most difficult hours are the ones who bring down God's blessings upon the earth like rain that pours forth from the heavens. This is why Pope John Paul II exclaimed: "Let us be generous in our time in going to meet him..." (Dominicae Cenae).

"The Eucharist is a priceless treasure: by not only celebrating it but also by praying before it outside of Mass, we are enabled to make contact with the very wellspring of grace," wrote Pope John Paul II in Ecclesia de Eucharistia.

“Penghormatan terhadap Ekaristi di luar misa adalah harta yang tak ternilai untuk hidup Gereja.” tulis Paus Johanes Paulus II dalam Ecclesia de Eucharistia (25).
Dalam dokumen tersebut Paus Johanes Paulus II juga mencatat bahwa pembaruan liturgi yang diprakarsi oleh Vatikan II telah sangat menyumbangkan partisipasi aktiv dan berbuah dari pihak umat beriman dalam kurban suci di altar.”

In that document, Pope John Paul II also noted that the liturgical reform inaugurated by Vatican II "has greatly contributed to a more conscious, active and fruitful participation in the Holy Sacrifice of the Altar on the part of the faithful."

Bapa Suci menyatakan, “Di banyak tempat, sembah sujud Sakramen Mahakudus telah juga menjadi praktek harian yang penting, dan telah menjadi sumber kesucian yang tak kunjung kering.... Sayanglah, di seluruh sisi ini, terdapat juga keredupan. Di berbagai tempat praktek sembah sujud Ekaristi hampir terlupakan sama sekali.”

He added, "In many places, adoration of the Blessed Sacrament is also an important daily practice and becomes an inexhaustible source of holiness…. Unfortunately, alongside these lights, there are also shadows. In some places the practice of Eucharistic adoration has been almost completely abandoned."

Paus Yohanes Paulus menulis bahwa menjadi tanggungjawab para pastor untuk menyemangati praktek adorasi Ekaristi, khusus pentahtaan Sakramen Mahakudus.

John Paul II wrote that it was the responsibility of pastors to encourage the practice of Eucharistic adoration "and exposition of the Blessed Sacrament in particular."

Dalam tulisan-tulisannya Cardinal Joseph Ratzinger, Paus Benediktus XVI juga menekankan makna adorasi Ekaristi seabagai bagian hidup Gereja. Dalam bukunya Allah dekat pada kita: Ekaristi, Jantung Kehidupan, misalnya, Paus Benediktus XVI berkata, “Hanya di dalam ruang bernafas sembah sujud, perayaan Ekaristi sungguh menjadi hidup.... Komuni dan adorasi tidak berada satu di samping yang lain, atau bahkan berlawanan, tetapi kesatuan yang tak terpisahkan.”

In his writings as Cardinal Joseph Ratzinger, Pope Benedict XVI also emphasizes the significance of Eucharistic adoration as part of the life of the Church. In his book God Is Near Us: The Eucharist, the Heart of Life, for instance, Pope Benedict XVI says: "Only within the breathing space of adoration can the Eucharistic celebration indeed be alive …Communion and adoration do not stand side by side, or even in opposition, but are indivisibly one."

“Dalam cara yang sangat jelas, kepausan saya berawal ketika Gereja merayakan tahun khusus yang dibaktikan kepada Ekaristi. Bagaimana mungkin saya tidak dapat melihat dalam kebetulan ilahi ini suatu unsur yang harus menandai pelayanan panggilan saya selama ini? Ekaristi, jantung hidup Kristiani dan sumber misi Gereja yang mewartakan Injil, tidak dapat tidak merupakan pusat tetap dan sumber pelayanan Petrus yang dipercayakan kepada saya.”

"In a very significant way, my pontificate starts as the Church is living the special year dedicated to the Eucharist. How can I not see in this providential coincidence an element that must mark the ministry to which I have been called? The Eucharist, the heart of Christian life and the source of the evangelizing mission of the Church, cannot but be the permanent center and the source of the Petrine service entrusted to me.”

Adorasi Ekaristi Abadi adalah kekayaan rohani umat beriman. Karena itu, umatlah yang menyelenggarakan Adorasi Ekaristi Abadi. Semakin banyak umat terlibat, semakin mungkin diselenggarakan Adorasi Ekaristi Abadi. Dukungan rama paroki tentu akan menyebabkan Adorasi Ekaristi menghasilkan buah-buah rohani yang melimpah bagi seluruh umat dan masyarakat.

Beberapa istilah perlu dimengerti secara jelas:

• Adorasi berasal dari kata Latin adorare, artinya menyembah, bersembah sujud. Adoratio (dalam Yunani latria). berarti sembah sujud, suatu penyembahan manusia yang ditujukan secara khusus kepada Allah Yang Kudus.

• Adorasi Ekaristi adalah penyembahan umat kepada Ekaristi, Sakramen Mahakudus, yang ditahtakan di hadapan umat untuk waktu tertentu. Selama adorasi diharuskan selalu ada umat yang berdoa, berjaga.

• Adorasi Ekaristi Abadi adalah penyembahan umat kepada Ekaristi, Sakramen Mahakudus, yang ditahtakan di hadapan umat sepanjang waktu, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Selama adorasi diharuskan selalu ada umat yang berdoa, berjaga.

Mengacu pada visi misi dan strategi aksi yang diumatkan pada banyak paroki dalam wilayah Keuskupan Agung Semarang, kita bisa belajar menggali lebih dalam lagi dari usaha bersama mereka di Keuskupan Agung Semarang: 

VISI
Persatuan umat dengan Kristus ekaristis menjadikan umat semakin ekaristis: semakin mudah bersyukur atas kasih Allah, dan semakin sedia berbagi kasih dengan sesama

MISI
• menghayati Ekaristi sebagai AGAPE , sebagai “sumber dan puncak seluruh hidup kristiani” (LG 11);
• menumbuhkan dan mengembangkan Adorasi Ekaristi sebagai gema perayaan Ekaristi;
• mendukung gerakan umat untuk mengadakan Adorasi Ekaristi atau Adorasi Ekaristi Abadi;
• mengembangkan devosi kepada Maria, bunda Ekaristi Sakramen Mahakudus.

STRATEGI AKSI
• merayakan Ekaristi yang diselanggarakan di gereja/kapel dengan kesungguhan hati (pada hari Minggu/Raya dan harian);
• mengumatkan Adorasi Ekaristi Abadi;
• menyediakan, menerbitkan bahan renungan untuk memperdalam Adorasi Ekaristi melalui media cetak maupun elektronik.

Yang pasti, sekaya apapun kita hidup dan menghidupi iman kistiani, Ia yang kaya dan kita imani tetap saja sederhana dan rendah hati, sungguh hadir dalam hosti kecil, tersimpan dalam tabernakel. Dengan cara sederhana dan rendah hati Allah yang Kudus mewujudkan kehadiran-Nya, menyatakan jati diri-Nya terus menerus bahwa Dia adalah Allah beserta kita, namanya Imanuel. Penyertaan-Nya diwujudkan dalam rupa sederhana, hosti kecil, tersimpan dalam tabernakel. Yang abadi berdiam dalam ruang dan waktu yang terbatas, agar manusia menjadi kuat sepanjang hidupnya untuk menapaki jalan-jalan di bumi ini, karena hosti itu roti kehidupan yang menjadi makanan sehari-hari selama perjalanan hidup manusia. Sungguh mengagumkan! Hamba yang hina dina makan Tuannya. O res mirabilis! Manducat Dominum pauper servus et humilis!

Ia tetap saja sederhana dan rendah hati, sungguh hadir dalam hosti kecil, tersimpan dalam tabernakel. Firman-Nya telah menjadi manusia, dan diam di antara kita (bdk. Yoh 1:14). Firman-Nya mencerahkan hati kita, membuka mata kita, agar kita mampu juga melihat bahwa dalam diri saudari-saudara kita yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir, Ia pun hadir. Bila demikian, kita akan terjaga jangan sampai kepedulian kita kepada yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir jatuh ke dalam aktivisme filantropis belaka, akan tetapi bersumber dan bermuara pada pengalaman akan kehadiran Yesus dalam diri mereka. Dalam kesadaran ini dapat kita fahami betul firman-Nya, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Mat 25:40) Dengan demkian Ia menyamakan diri-Nya dengan yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir.

Ia tetap saja sederhana dan rendah hati, sungguh hadir dalam hosti kecil, tersimpan dalam tabernakel. Langit dan bumi akan lenyap, tetapi firman-Nya kekal abadi. Dalam roti Ekaristi Ia menunggu kedatangan kita. Firman-Nya berkumandang sepanjang masa, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan." (Mat 11:28-30) Firman itu dibisikkan dalam hati manusia, dalam keheningan. Bukan dalam hiruk pikuk dan hingar bingar pengeras suara, yang dapat mengaburkan dan bahkan membungkam suara yang berasal dari sumbernya. Firman itu dibisikkan dalam keheningan, agar bukan suara kita sendiri atau suara pengkhotbah yang kita dengarkan, tetapi agar suara-Nya dapat kita dengar dengan jelas, supaya meresap dalam lubuk hati kita, dan mengubah hati kita menjadi sederhana dan rendah hati, seperti hati-Nya.

Firman-Nya yang kekal abadi itu kita dengar sekarang ini juga, “Marilah kepada-Ku!” Karena itu, marilah kita tanggapi ajakan Sang Penebus, Sahabat Sejati, agar kita datang kepada-Nya, bersembah sujud di hadapan-Nya, yang sungguh hadir dalam hosti kecil, tetap saja sederhana dan rendah hati. Adorasi Ekaristi, bersembah sujud di hadapan Ekaristi Sakramen Mahakudus dapat kita jadikan kesempatan untuk mengalami keabadian kerahiman ilahi-Nya dalam ruang dan waktu kita yang terbatas. Hanya demi kemuliaan-Nya saja, tanpa perhitungan untung atau rugi di pihak kita.

Varia
DOA ADORASI EKARISTI SAKRAMEN MAHAKUDUS
Tuhan Yesus, Engkau bersabda:
“Akulah roti hidup yang turun dari surga; 
barang siapa makan roti ini akan hidup sampai kekal. 
Roti yang akan Kuberikan ialah daging-Ku 
dan Aku memberikannnya untuk hidup dunia ini.”
(Yoh 6:51)

Kami menyembah-Mu Yesus, 
yang bersemayam dalam Ekaristi Sakramen Mahakudus,
roti hidup yang menjadi makanan kami.
Bersihkanlah kami dari noda dosa,
agar pantas menyambut roti hidup menjadi daya kekuatan kami.

Telah Kauberikan roti hidup untuk hidup dunia ini.
Jadikanlah kami mampu menjadi roti hidup
agar kami menjadi berkat bagi sesama kami.

Tuhan Yesus, 
Engkaulah yang mempunyai sabda hidup yang kekal. 
Sekarang kami percaya dan tahu 
bahwa Engkaulah Yang Kudus dari Allah.” 
(Yoh 6: 68-69)

Bunda Maria, Bunda Sakramen Mahakudus,
doakanlah kami dan seluruh umat manusia
agar hidup damai dalam perlindunganmu.

Kami panjatkan doa ini untuk menyembah-Mu 
yang bersemayam dalam Ekaristi Sakramen Mahakudus,
Engkaulah Pengantara kami yang bersama Bapa,
dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah sepanjang segala masa.

Amin..


Source : FB Romo Jost Kokoh



Manusia seperti sebuah BUKU



BUKU KEHIDUPAN


Manusia seperti sebuah BUKU
Cover depan adalah tanggal lahir.
Cover Belakang adalah tanggal kematian.
Tiap lembarnya adalah tiap hari dalam hidup kita dan apa yang kita lakukan

Ada buku yang tebal, dan ada buku yang tipis
Ada buku yang menarik dibaca, dan ada buku yang sama sekali tidak menarik.
Sekali tertulis tidak akan pernah bisa diedit lagi.

Tapi hebatnya,
Seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru dan tiada cacat.

Sama dengan hidup kita seburuk apapun kemarin, Tuhan selalu menyediakan hari baru untuk kita.
Kita selalu diberikan kesempatan baru untuk melakukan sesuatu yang benar dalam hidup kita setiap harinya. Kita selalu bisa memperbaiki kesalahan kita dan melanjutkan alur cerita kepadanya sampai saat usia berakhr, yang sudah ditetapkanNya.

Terima kasih Tuhan untuk hari yang baru ini
Syukuri hari ini
Dan isilah halaman buku kehidupanmu dengan hal-hal yang baik semata
Dan, jangan lupa bertanya kepada Tuhan, tentang apa yang ahrus ditulis setiap harinya.
Supaya pada saat terakhir halaman buku kehidupan kita selesai, kita dapati diri ini sebagai pribad yang berkenan kepadaNya.

Dan buku kehidupan itu layak untuk dijadikan teladan bagi anak-anak kita dan siapapun setelah kita nanti.
Selamat menulis dibuku kehidupanmu,
Menulislah dengan tinta cinta dan kasih sayang, serta
Pena kebijaksanaan.


Source : FB Curahan Hati

Inilah Salah Satu Fakta Kerja JOKOWI Yang Bisa Kalian Catat.(Baru Beberapa Bulan Saja Dia Sebagai Gubernur DKI)



INILAH HASIL KERJA DARI JOKOWI

Inilah salah satu fakta kerja Jokowi yang bisa kalian catat.

RUSUN, PENATAAN KAMPUNG & PASAR

-Penataan & pengisian rusun marunda & muara baru dari yg bobrok ga ada peminatnya sampai antri pendaftarnya

-Pemberian isi rusun berupa kulkas, lemari, springbed & tv kepada penghuni dengan dana CSR

-Pembangunan 200 rusun di pulo gebang dengan dana CSR

-Kampung deret 50 rumah di tanah tinggi sebesar 4M yang pengerjaannya melibatkan warga yang dananya berasal dari CSR

-Menata perkampungan di RW 03 Cakung Barat. Rumah yang memiliki luas sekitar 28 meter persegi dirobohkan, direnovasi dan dilengkapi perabot, seperti tempat tidur, kursi, dan lemari yang dananya berasal dari CSR. Proses bedah rumah memakan waktu dua minggu

-Pembangunan rusunawa pd 2/7 di rawa bebek di lahan seluas 17.65 hektar sebanyak 6 tower pada tahap 1 yg bekerjasama dgn kemenpera. Dijadwalkan selesai desember dgn biaya sewa sebesar 200rb per bulan yg bisa menampung 3600 buruh lajang. Pada tahun 2014 akan dibangun tahap 2 sebanyak 8 blok

-Pemberian pekerjaan, pelatihan & modal utk pemberdayaan warga rusun marunda. Ada pemimpin yg perhatian seperti ini???

-Membongkar & memberantas praktik mafia rusun di rusun marunda & muara baru yang melibatkan aparat

-Pembangunan 8 blok rusun daan mogot ground breaking 20/6 dengan dana CSR

-Pembangunan rusun Muara Baru dengan dana CSR sebanyak 960 unit yg terdiri atas 8 tower. Direncanakan selesai bulan april, akan tetapi jokowi mengharapkan bisa selesai desember agar bisa secepatnya merelokasi penghuni waduk pluit agar penyedotan lumpur bisa maksimal

-Penataan pasar embrio di kampung makassar 6M

-Renovasi total pasar meruya 9M

KESEHATAN

-KJS utk 4,7jt jiwa termasuk kartu chip dan scanner. Yang menelisik saya, berapa anggaran chipnya? Sepertiga atau seperempat ektp ya?

-Perubahan peraturan daerah ttg persyaratan Suka Sarana Kesehatan yg mewajibkan RS swasta menyediakan kelas 3 sebanyak 40% dr sebelumnya 25% jika ingin membangun gedung/ RS baru

-Penambahan kapasitas kamar kelas 3 di RSUD dki

-Tarif INA CBG’s yg lebih besar dr nasional yaitu 23ribu dibandingkan 19ribu. Utk RS tipe C & D akan ditingkatkan lagi karena belum mencukupi

BUDAYA & HIBURAN WARGA

-Pembuatan peraturan daerah yg masih menunggu pengesahan DPRD tentang pengembangan dan pelestarian budaya Betawi, yang salah satu isinya adalah hotel-hotel berbintang wajib menampilkan kebudayaan betawi. Sudah diserahkan ke dewan sejak akhir 2012, namun belum disahkan juga.

-Car free night pd tahun baru

-Pekan produk kreatif daerah yg disebut juga PRJ monas yg dibanjiri ribuan pengunjung

-Jakarnaval yg bertema keajaiban ondel-ondel dgn melibatkan 1500 siswa yg membuat kostum sendiri & 500 ondel-ondel serta puluhan mobil hias

-Pemilihan abang none pertama kali di monas yang sebelumnya di JCC bertujuan agar masyarakat mengenal abang none terpilih. Pada waktu yang sama, diselenggarakan Pesta Rakyat Pasar Gambir

-Pemutaran drama musikal Ariah yang disponsori oleh ORTUS

PENDIDIKAN

-Psb berdasarkan sistem rayon yg berguna utk mengurangi kemacetan

-Menambah tunjangan bagi guru madrasah hingga mencapai Rp 1 juta.”Kalau dibanding lainnya, kita sudah paling tinggi. Tahun ini 3.300 guru madrasah kita tambah Rp 1 juta gajinya,”

-KJP utk 320 ribu siswa utk menyukseskan wajib belajar 12 tahun. Bandingkan dgn program nasional yg dimulai dr jaman soeharto masih 9 tahun, belum pernah berubah

PKL, PARKIR & BANGUNAN LIAR, KEMACETAN & BANJIR

-Pengerukan kali pakin

-Penertiban bangunan liar di Kali Pakin, Kali Jelakeng, dan Kali Opak tanpa kekerasan

-Normalisasi waduk pluit yang kini sudah mulai terlihat wujudnya

-Normalisasi kali ciliwung di masjid istiqlal

-Penambahan pintu air manggarai yg pengerjaannya membutuhkan waktu 1 tahun

-Kerja sama dengan kopasus untuk mewujudkan kali Ciliwung bersih. Salah satu bentuk dukungannya yakni dengan melaksanakan program “Green, Clean, and Healthy” atau “Jumat Bersih, Sabtu Hijau, Minggu Sehat”

-Kerja sama dgn TNI AD dalam program kebersihan Pemerintah Provinsi DKI, yang akan dilaksanakan setelah Lebaran 2013. “Kita mau menggerakkan Karya Bhakti untuk kebersihan Jakarta, kampung, sungai,” aku Jokowi

-Penertiban pkl di sunda kelapa

-Penertiban pkl di kota tua. Dapat tenda & gerobak gratis, menggunakan seragam agar tertib. Masih kurang enak?

-Penertiban pkl & parkir liar di pasar minggu, jatinegara & tanah abang. Walaupun pedagang masih sering kucing-kucingan dengan petugas, namun sudah menuju ke arah yang lebih baik

-Penyegelan ekspedisi di tanah abang yg menyebabkan kemacetan

-Monorel yang pembangunannya sudah masuk tahap pra-konstruksi pembangunan di titik-titik yang akan dibangun, yg dilakukan oleh surveyor dari Thailand, China, dan Jepang. Ditargetkan selesai dalam dua bulan agar pembangunan fisik Monorail tak tersendat. Surveyor merinci dokumen engineering & melakukan penyesuaian. Pengerjaan fisik direncanakan oktober

-Pelebaran jalan Arjuna kebon jeruk sepanjang 1,5km

-Akuisisi PPD utk mengelola angkutan umum secara profesional & membayar utang PPD sebesar 170 miliar

-Penambahan armada busway sebanyak 106 bus pada februari & direncanakan 1000 bus lagi pada november

-Pembukaan koridor XII dan waterway muara baru-marunda

KEUANGAN & TRANSPARANSI

-Transparansi anggaran apbd lewat poster & laman pemda dki shg rakyat bisa tahu bahwa anggaran pidato gubernur sebelumnya 1,2M setahun. Ada yg berani seperti ini ga???

-Kerja sama dengan KPK utk memantau transparansi di pemprov DKI dgn menempatkan petugas KPK di lingkungan pemprov

-Pembayaran utang jamkesda thn 2011 sebesar 189Miliar

-Pemotongan anggaran perbaikan jalan dari 73M menjadi 820juta

-Peningkatan APBD 2013 senilai 8,6 triliun

-Peningkatan APBD 2014 senilai 2,1 trilun

-Peningkatan pajak sebesar 30%. Bandingkan dgn pemerintahan sby yg turun 53 triliun

-Penunjukkan hasyim djoyohadikusumo sebagai pengawas ragunan agar keuangan ragunan menjadi transparan & hewan ragunan tidak kurus lagi

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/07/02/2008029/Jokowi.Berharap.Hashim.Royal.untuk.Ragunan

-Penunjukkan mantan komisioner KPK sebagai komisaris MRT

PEMERINTAHAN

-Lelang jabatan lurah & camat utk menempatkan orang terbaik di posisinya

-Tes narkoba lurah & camat mendadak pd 30/6. Utk yg positif akan dilakukan rehabilitasi

-Melantik wali kota di luar ruangan agar mengenal wilayahnya. Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor di Setu Babakan, Wali Kota Jakarta Barat Fatahillah di Rusun Tambora, Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifudin di Kepulauan Seribu, Wali Kota Jakarta Timur Krisdianto di Tempat Pembuangan Sampah Pulo Jahe, Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah, Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono.

-Kantor lurah-camat utk tempat shalat tarawih sbg langkah utk mendekatkan warga dgn pemimpinnya

-Penyediaan ta’jil utk berbuka puasa di kelurahan & kecamatan

-Tingkat kedisiplinan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI yang membaik http://megapolitan.kompas.com/read/2013/07/11/0843148/Jakarta.Baru.Membawa.Perubahan.pada.PNS.DKI


KERJA SAMA DENGAN LEMBAGA LAIN

-Kerja sama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan memesan empat unit pengisian bahan bakar gas bergerak (mobile refueling unit atau MRU) yg akan terus disesuaikan dengan kebutuhan

-Kerja sama dgn PGN dalam penyediaan gas bumi yg lebih murah bagi warga penghuni rumah susun akan dimulai di Rusun Sederhana Sewa Muara Baru sebanyak 7 tower

-Konsultasi dgn yusril ihza mahendra utk merebut tanah dki sebesar 1,14 ha

SIKAP

-Sikap legowo dgn menyerahkan gitar ke kpk, bandingkan dgn sby yg menolak melaporkan

-Terbuka & ramah terhadap wartawan shg wartawan tidak segan utk meliput berita setiap hari. Banyak kasus kepala daerah marah-marah shg wartawan malas meliput. Klo pemimpin lain ingin diberitakan terus, sebaiknya koreksi sikap dulu

-Tidak takut kotor-kotoran seperti masuk ke gorong-gorong yg ternyata cuma 60cm padahal biaya penanganan banjir dki triliunan, terjun langsung ke daerah banjir utk berempati kpd warganya yg terkena musibah

-Mengutamakan pendekatan dialog dibandingkan kekerasan shg perlengkapan satpol pp banyak yg digudangkan. Bedakan antara penertiban yang dilakukan perusahaan, pengadilan, PT KAI & pemprov DKI.

-Perhatian ke warga walaupun bukan warga dki seperti sumbangan jembatan yang menghubungkan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, dan Kelapa Dua, Depok, yg mayoritas digunakan warga depok. Walikota depok & wagub jabar akhirnya melihat jembatan itu juga setelah jokowi melihatnya

-Tidak menggunakan voorijder, kecuali ada keperluan mendesak. “Jakarta ruwet seperti ini, yang ngawal bunyiin sirene, pake jalan (zig-zag) untuk ngelebarin jalan. Saya paling nggak senang yang seperti itu. Kadang-kadang malu juga gitu. Yang bawa motor kan jalannya miring-miring (zig-zag) gitu, terus saya bilang (ke supir), belok kiri ambil jalan sendiri. Langsung bingung pengawalnya, “lho kok Gubernur tidak ada?” Biar kapok,” ujar Jokowi

-Pengambilalihan sejumlah pompa air di Jakarta, baik milik pemerintah pusat maupun swasta. Sentralisasi pompa air itu dilakukan untuk mempermudah manajemen operasional & menghindari saling menyalahkan. Seharusnya pemimpin seperti ini, berani bertanggung jawab tidak mencari kambing hitam

-Gotong royong membersihkan kali ciliwung sepanjang 18,5km yg melibatkan ribuan orang terdiri dr 5000 tni dr kodam jaya, ormas, anggota pramuka & masyarakat pd 29/6 yg diharapkan rutin dilakukan setiap bulan

-Bantuan langsung jokowi utk warga miskin yang tidak mendapat BLSM. Jokowi juga selalu membagi-bagikan sembako, buku tulis, sepeda utk menghabiskan dana operasional gubernur sebesar 1,1 M perbulannya. Klo yang lain uang operasionalnya disalurin kemana ya???

-Menolak di dikte oleh bank dunia yg menawarkan pinjaman yang mahal & memakan waktu pengerukan hingga 5 tahun

-Mengizinkan pengusaha AS yg ingin berinvestasi di jakarta tetapi harus dalam kontrol pemprov dki

-Menolak tunduk kepada konglomerat Murdaya Poo & ingin mengembalikan PRJ kepada tujuan semula yaitu kegembiraan rakyat yg merayakan ulang tahun daerahnya. Jokowi jg tidak terima dgn pernyataan JIExpo yg merendahkan pedagang kerak telor

-Berbesar hati dgn kelakuan lurah warakas yg melakukan perlawanan & penyimpangan kepemilikan rusun

-Menolak intervensi komnas HAM dalam masalah penggusuran waduk pluit dimana komnas membela warga yg menempati waduk secara ilegal

-Melibatkan warga dalam proyek MRT dgn mengadakan public hearing

-Membela masyarakat kecil ketika 16 RS swasta mudur dr KJS dgn mengatakan bahwa RS seharusnya jgn sekedar mencari untung saja, tetapi harus ada sisi sosialnya

-Membuat mundur para interpelator KJS tanpa perlu turun tangan karena rakyat yg merasa terbantu dgn program ini mengancam akan menyebarkan foto interpelator KJS ke warga dki

-Tidak mengotori kota dgn poster wajahnya. Jokowi juga menyindir pejabat yang suka mengkampanyekan suatu program tetapi dengan wajah sang pejabat

HASIL KERJA LAINNYA

-Pasar murah di dua lokasi, yaitu di Kelurahan Kalisari pada 23-24 Juni 2013 dan di Kelurahan Pegangsaan pada 25-26 Juni 2013 & berencana menggelar pasar murah di setiap kecamatan selama Ramadhan 2013 yang juga akan melibatkan UKM.

-Pembukaan cabang baru bank dki di solo & bandung

-4 piala ADIPURA

-e ticketing transjakarta dengan dana CSR

-340 kursi taman yang bahannya kayu jati & besi cor dengan dana CSR

-Pembukaan blokade jalan SMPN 289 tanpa kekerasan

-Pengajuan tarif parkir 4x lipat yang akan diterapkan setelah busway datang dalam surat Gubernur DKI Jakarta Nomor 850/-1.811.4 tertanggal 4 Juli 2013 yng dituju ke Ketua DPRD DKI Jakarta tentang kenaikan parkir 4x lipat

-Penyelesaian sengketa makam mbah priok yang pada 2010 lalu menyebabkan banyak jatuh korban luka-luka sebanyak 42 orang dari pihak satpol pp dan 12 warga. Oleh Jokowi dengan komunikasi yang baik bisa selesai.

-Mengajukan stock beras 40 ribu ton ke kemendag untuk menekan harga beras di jakarta dan operasi pasar sembako utk menekan inflasi. Harap maklum jika lama karena klo berkaitan dgn urusan perizinan pemerintah pusat cenderung lama

-Penyelenggaraan Flona 2013 di lapangan Banteng yg omsetnya mencapai Rp 2,6 miliar meningkat dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang cuma Rp 1 miliar. Yang hadir pun bertambah dan mencapai 480 ribu pengunjung. Jumlah stand yang ada di sini 278 stand, meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 240 stand.
 — bersamaMamaan Iwari.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India