Rabu, 22 Januari 2014

REFLEKSI AKHIR TAHUN (Allah tetap bersamamu)



REFLEKSI AKHIR TAHUN (Allah tetap bersamamu)

“Penderitaaan dan pengalaman di tahun yang lewat, itu juga barangkali yang kerap menemani anda di tahun yang baru. Tetapi harapan mesti tetap nyata di sana. Dan yang terindah ialah dalam setiap aneka perjalanan waktu dan aneka musim, Allah tetap bersamamu dan setia di sisimu.”

Hidup manusia berkanjang dalam tiga fase yakni masa lalu, kini dan yang aka
n datang. Orang mengatakan masa lalu adalah kenangan, kini adalah kenyataan dan masa depan adalah impian atau harapan. Mereka menambahkan bahwa kita tidak akan bisa menghentikan waktu. Waktu akan berjalan sesuai dengan kehendaknya sendiri dan jangan pernah bermimpi untuk menghalanginya. Namun sebagai orang Kristen kita harus menambahkan satu hal keyakinan bahwa apapun aneka musim yang kita hadapi semuanya tidak pernah terlepas dari peran serta Allah. Dia yang menciptakan ruang dan waktu dan Dia juga yang menyertai kita mengarungi keberadaan setiap waktu itu.

Karena itu jugalah maka kita menandaskan hidup adalah rahmat dan perjuangan. Rahmat dari Allah yang kita terima dengan Cuma-Cuma, tetapi hidup itu sekaligus perjuangan. Setiap orang dipanggil untuk mengisi hidupnya supaya berguna untuknya dan orang lain. Beberapa orang juga mengatakan hidup itu adalah pilihan. Kita akan mengalami kebahagiaan atau tidak, sukses atau gagal, suka dan duka, tergantung bagaimana kita menjalani. Pilihan di sini lebih ditentukan oleh kita sendiri. Ini lebih mengajak kita untuk menelusuri perjalanan hidup, tahap demi tahap, dan langkah demi langkah. Kita tidak cukup hanya menjalani hidup tetapi juga harus merenungkannya.

Hidup adalah adalah sebuah fakta di mana kita kerap berseberangan prinsip dengan orang lain bahkan dengan keluarga kita sendiripun. Karena itu Yesus mengatakan hendaknya kita untuk saling mengasihi (Mateus 22:39), jangan balas dendam (Mateus 5:38-42), dan jangan menghakimi (Mateus 7:1). Dalam mengarungi tahun 2013 ini pengalaman jatuh bangun, pahit getirnya hidup pasti kerap mewarnai langkahmu. Dalam relasi dengan orang lain salah pengertian pun mungkin kadang menyelimuti dirimu. Bahkan dalam membangun hubungan dengan keluargamu sendiri pun salah paham terjadi di antaramu. Benarlah kalau saya katakan anda tidak selalu menikmati manisnya madu tetapi juga pahitnya empedu kehidupan.

Orang kerap mengatakan untuk menjadi pribadi yang teguh maka janganlah menghindari tantangan itu. Dan jangan juga menyesali kalau kamu kerap berada dalam badai kehidupan. Orang yang bertahan dalam ujian kehidupan maka ia akan siap mengarungi tahun yang baru. Yang penting ialah anda jangan pernah berprinpsip bahwa andalah yang paling menderita dan paling susah. Setiap orang mendapat ujiannya sendiri namun tidak setiap orang lulus dalam ujian itu.

Fakta lain bahwa hidup tidak selalu berisi catatan manis. Tidak juga selalu penuh dengan memori keindahan. Ada kalanya kepahitan anda alami. Dan anda kerap seperti berada di tepi jurang yang terjal. Pada saat itulah dari keyakian iman kamu kamu harus berseru, “Allah ke dalam tanganmu ku serahkan perjalanan hidupku.” Ini adalah seruan Yesus di salib saat Ia mau wafat (Lukas 23:46). Ini mengandung keyakinan iman bahwa Allah yang tahu masa depan kita. Ini adalah seruan iman yang juga memberi kekuatan dan rasa optimis bahwa Allah adalah kekuatan dalam tapak demi tapak langkah hidup kita ke depan.

Barangkali juga pernah merenung dan berpikir betapa beratnya bebanmu, seretnya jalan, dan hilangnya gairah hidupmu di tahun yang lalu. Namun saat semuanya berlalu kamu berpikir dan berseru, “Aku bisa melewati semuanya, aku mampu melewati riak perjalan hidupku. Aku tetap sehat sampai sekarang. Aku juga masih bernafas.” Maka sepantasnya keadaan itu memampukanmu menimbah spirit untuk menyongsong tahun yang baru dengan optimis. Yesus sendiri meneguhkanmu “Datanglah pada Ku kalian yang memikul beban berat dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu,” (Mateus 11:28). Dia menjanjikan hal indah untukmu di tahun yang baru. Dia mempertegas ini dengan sapaan-Nya yang meneguhkanmu, “Mintalah maka akan diberikan, carilah maka kamu akan mendapat dan ketoklah maka pintu akan akan dibukakan bagimu (Mateus 7:7).

Kita meminta dan mengetok pintu hati-Nya dengan dengan doa. Kadang anda harus jatuh bangun untuk mengetuk pintu hati Allah. Kadang kamu harus menangis dan berurai air mata, kamu sering bertanya, mengapa jalan hidupmu begitu terjal. Kamu juga sering “marah” kepada Allah, kenapa Ia seolah membiarkanmu berjalan sendirian di tahun 2013 ini? Kini Dia mengajakmu untuk tetap besabar dan berpengharapan, “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa” (Roma 12:12).

Hidup adalah bagaikan perjalanan seorang musafir yang kadang kelelahan namun ia harus tetap komit dengan tugas dan misinya. Dia harus sampai ke tujuan. Sama hal dengan anda sebagai orang Kristen, kamu ditantang untuk menghidupi imanmu dan mengikuti Yesus. Karena itu Dia menantang komitmenmu, “Barang siapa mau menjadi murid Ku hendaknya ia menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku,” (Mateus 16:24).

Para sahabatku terkasih, benar hidup berisi fakta historis pahit dan manis, suka dan duka. Karena itu, Allah menciptakanmu bukan untuk menderita dan bukan juga untuk tenang-tenang. Ia mengundangmu untuk berjuang. Jangan katakan bahwa kamu selalu menderita, jangan juga klaim bahwa kamulah yang paling menderita. Jatuh bangun, gembira dan senang, suka dan duka adalah warna warni yang tidak akan terlepas dari sejarah hidup setiap orang.

Renungkangkanlah perjalanan hidupmu pada masa lalu dan kamu akan menemukan sesuatu yang indah di sana bahwa Allah tetap bersamamu dan Ia tetap mengaruniakan Nafas kehidupan bagimu. Walau ada tantangan dan perjuangan, namun tetap ada kegembiraan dan tetesan air mata. Tetap ada harapan. Dan itulah yang kamu bawa ke tahun yang baru, 2014.

Satu hal yang harus kamu renungkan bahwa Ia besertamu, Imanuel (Mateus 1:23) dan akan menyertai kamu sampai akhir jaman (Mateus 28:20). Bukan terbatas dari tahun ke tahun namun sampai akhir jaman. Sampai anda menutup catatan kehidupanmu kelak……… Karena itu songsonglah tahun baru ini dengan tatapan kepastian dan rasa optimis.

“Benarlah kalau saya katakan anda tidak selalu menikmati manisnya madu tetapi juga pahitnya empedu kehidupan.”

Tuhan Yesus memberkati anda selalu. 



- Ps Yos -

Source : FB  Citta Mezi

Kerja Sama Yang Indah



Kerja Sama Yang Indah Dalam
Memuji Sang Pencipta


To love someone is NOTHING.

To be loved by someone is SOMETHING

.
To be loved by someone who you love is


EXCITING..but

to be loved by JESUS is EVERYTHING.

Source : Source : FB  Citta Mezi

Lord Jesus Christ’s own blessed mother, the Virgin Mary.



Lord Jesus Christ’s own blessed mother, the Virgin Mary.

The rosary is a very beautiful, and a very powerful prayer given to us through our Lord Jesus Christ’s own blessed mother, the Virgin Mary. In a vision given to one of her saints on earth, hundreds of years ago, Mama Mary taught us how to say this special prayer. 

This prayer is said to be one of our most powerful weapons against evil. It is also a very special way for us to meditate on the life of her Son, Jesus, in that the rosary includes Mysteries from the life of Jesus at the start of each decade prayed. 

Therefore, in praying the rosary we not only can meditate on the different parts of Jesus’ birth, life, death and resurrection, but we can also be assured that whatever prayer intention we pray for will be powerfully helped. 

With so many benefits, the only sensible thing to do is to hear and follow the words of Pope Pius XI: “The Rosary is a powerful weapon to put the demons to flight and to keep oneself from sin….







Senin, 20 Januari 2014

Ajari kami untuk tetap SETIA



Ajari kami untuk tetap SETIA
Sebab kenapa Anjing ini pergi ke Misa di gereja setiap minggu meremukkan hati saya. Andai saja dia dapat memahami perasaan ini.
17 Januari 2014
+++

Tidak setiap hari Anda akan melihat anjing di gereja, tetapi di kota kecil San Donaci dekat
 Brindisi, Italia, itu adalah kejadian biasa. Seekor anjing Gembala Jerman usia 12 tahun bernama Tommy pergi ke Misa hampir setiap hari dan duduk dengan sabar di samping mezbah/altar. Dia pergi ke sana karena cinta, dia hanya menunggu tuannya. Tapi cerita sebenarnya di balik alasannya itu akan dapat mengusik perasan hati Anda.

Alasan Tommy menghadiri misa di gereja adalah karena di situlah tempat di mana dia terakhir melihat pemiliknya. Pemakamannya diadakan di gereja itu.

Sekarang, ia rajin menunggu tuannya untuk kembali. Dia meringkuk di samping altar untuk menunggu Maria.

Kini Tommy ada di sana setiap hari dan menunggu dengan sabar melalui semua jadwal perayaan Misa Ekaristi di gereja, mengawasi, menonton dalam diam dan dengan sabar tetap menunggu.

Kesetiaan dan cinta yang dipertunjukkan dari seekor anjing seperti begini rasanya tidak dapat ditandingi oleh mahluk apa pun di alam semesta jnj. Tidak ada yang sanggup menghancurkan hati saya lebih dari saat melihat anjing seperti ini berkabung.
+++

*"Hodie mihi, cras tibi."--"Hari ini aku, besok kamu."
*> Kalimat ini biasanya tertulis di batu nisan, untuk mengingatkan mereka yang masih hidup bahwa suatu saat mereka akan mati.

[+In Cruce Salus, 'Pada Salib Ada Keselamatan.' - Thomas A Kempis. De Imitatione Christi, II, 2, 2]

Terjemahan bebas dari sumber artikel: 
< http://www.viralnova.com/dog-at-mass/ >
Source : FB
Inno Ngutra.
Inno Ngutra

"EKARISTI ADALAH SANTAPAN HIDUP JIWA DAN RAGA"



"EKARISTI ADALAH SANTAPAN HIDUP 

JIWA DAN RAGA"

Satu-satunya yang bisa dimasukan ke dalam mulutnya selama 50 tahun adalah KOMUNI KUDUS. Makanan dan minuman tak pernah disentuh, tapi hanya KRISTUS DALAM KOMUNI KUDUSLAH yang dijadikan makanannya selama 50 tahun.

Semoga dengan membaca ini, penghormatan dan sembah sujudmu terhadap EKARISTI - KOMUNI KUDUS semakin diperbaharui. 


Mukjizat Ekaristi: Martha Robin hidup 50 tahun tanpa makan dan minum. Martha Robin (1902- 1981), seorang Katolik yang sangat taat dan beriman.

Ia lahir tanggal 13 Maret 1902 di Chateauneuf-de- Galaure, Perancis, di desa kecil Drome, di lembah Rhone Valley.

Pada usia 16 tahun (tahun 1918) ia jatuh sakit yang membuatnya coma selama 20 bulan. Setelah ia sadar, penyakitnya tidaklah membaik, malahan memburuk, yang membuatnya tidak dapat menggerakkan kakinya. Pada tanggal 2 Januari 1929 sampai wafatnya 6 Feb 1981, ia lumpuh, tidak dapat menggerakkan kaki, lengan, bahu dan tenggorokannya, sehingga ia tidak dapat menelan, tidak dapat makan dan minum. Kondisinya ini kemudian diperiksa oleh dokter, seorang profesor dari fakultas kedokteran di Lyons, Dr Jan Dechaume, da Dr. Andre Ricard. Adalah suatu misteri tersendiri bahwa Martha Robin ini dapat hidup tanpa makanan selama 50 tahun, kecuali dari Ekaristi.

Suatu hari seorang filsuf atheis dan dokter bernama Paul Louis Chouchoud mengunjunginya, untuk memeriksanya. Gereja Katolik tidak menghalanginya, dan Dr. Chouchoud mendapat ijin dari uskup setempat untuk menyelidiki keadaan Martha Robin. Dr. Chouchoud mengkonfirmasi bahwa Martha mengalami lumpuh/ paralysis total sehingga ia bahkan tidak dapat menelan air walaupun hanya setetes saja. Yang ajaib adalah, apa yang dituliskan oleh Chouchoud, pada saat Martha menerima Komuni kudus. Dia tidak dapat menelan ‘Hosti’ tersebut, sebab otot tenggorakannya tidak dapat bergerak. Namun Hosti itu lewat secara misterius melalui bibirnya yang tertutup dan menuju saluran kerongkongannya.

Martha tidak dapat makan makanan atau minuman duniawi apapun, karena ketidakmampuannya menelan dan membuka mulutnya, namun ia tidak dapat hidup tanpa Ekaristi. Maka bagi Martha, menerima Ekaristi adalah sesuatu yang terpenting.

Ia menerima Komuni sekali seminggu pada hari Selasa (dan pada hari Rabu pada menjelang wafatnya) yang didahului dengan Sakraman Pengakuan Dosa. Setelah itu ia mengucapkan doa penyerahan dirinya kepada Tuhan Yesus yang dikarangnya sendiri pada tahun 1925.

Setelah menerima Komuni, ia ‘mengucapkan’ syukur dan sukacita dalam keheningan dan tenggelam dalam keadaan ‘ekstasi’, dan wajahnya bersinar dengan keindahan yang tak terukur. Mereka dalam komunitas sains, mengungkapkan keheranan mereka bahwa sejak masa kelumpuhan totalnya tahun 1929 sampai wafatnya tahun 1981 selama lebih dari 50 tahun, Martha tidak makan dan minum (dan tidak tidur juga), namun organ dalam tubuhnya masih dapat berfungsi. Ekaristi merupakan satu- satunya makanan yang menguatkan bagi Martha.

Dengan mukjizat ini Yesus ingin menunjukkan kekuatan Ekaristi yang luar biasa, jika diterima dengan iman yang dalam dan teguh. Keadaan yang dialami oleh Martha ini menggenapi apa yang dikatakan oleh Yesus dalam Injil Yohanes, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.” (Yoh 6:53-54) Martha Robin juga menerima karunia stigmata, yaitu kelima luka- luka Yesus, pada tahun 1930. Sejak tahun 1931, secara teratur ia menerima karunia untuk turut merasakan penderitaan Kristus setiap hari Jumat, dan mengalami suka cita kebangkitan Kristus pada hari Minggu pagi.

Demikianlah ia mempersembahkan hidupnya untuk mendoakan ribuan orang yang mengunjunginya. Kata-kata sederhana yang keluar dari bibirnya yang nyaris tidak dapat bergerak itu dapat mengubah hidup orang yang mengunjunginya. Martha membawa banyak orang kepada Kristus, melalui doa- doanya dan teladan hidupnya bahwa tidak ada suatu penyakit, kesesakan, atau kuasa apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (lih. Rom 8:35-39). Demikianlah kisah Martha Robin, yang merupakan salah satu dari kisah mukjizat Ekaristi. Gereja Katolik tidak pernah melarang diperiksanya keadaan atau bukti- bukti yang menunjukkan tentang keajaiban Ekaristi. Sebab jika itu rekayasa, akan terlihat dengan sendirinya, namun jika itu fakta, maka juga akan bersinar dengan nyata. Prinsipnya Gereja Katolik tidak menghalang- halangi pemeriksaan apapun, karena percaya bahwa “Truth will speak for itself“.

Memang bagi orang yang sudah percaya, mukjizat- mukjizat tidaklah penting; namun bagi orang yang memutuskan untuk tidak percaya, bahkan mukjizat yang terbesar sekalipun tidak akan pernah cukup. Jadi akhirnya terpulang pada kita masing- masing bagaimana kita menyikapinya, sebab Tuhan juga tidak pernah memaksa. Semoga kita yang sudah percaya akan kehadiran Yesus dalam Ekaristi, dibimbing oleh Roh Kudus sehingga kita dapat semakin menghayatinya.

Semoga setiap kali kita menyambut Ekaristi, kita dapat juga menyebutkan doa ini, yang diucapkan oleh Martha Robin, “Tuhan ada di dalamku, betapa dalamnya misteri ini!… O Yesus, semoga suatu saat nanti kasih-Mu menyalakan aku, bukan karena hasil usahaku, tetapi karena rahmat-Mu.

Tuhan, jika Engkau memberikan damai sejahtera dan kebahagiaan semacam ini di dunia, bagaimanakah indahnya nanti kebahagiaan di surga?“
----------------------------------------------------

Saurce: http://eucharistica.blogspot.com/2012/02/mkjizat-ekaristi-martha-robin-hidup-50.html?m=1

"JADILAH SEORANG KATOLIK MAKA ANDA AKAN MENJADI ORANG BAIK"



"JADILAH SEORANG KATOLIK MAKA 

ANDA AKAN MENJADI ORANG BAIK"


Pastor Raniero Cantalamessa, Pengkotbah di Vatican kepada Paus dan para Kardinal mengingatkan kita semua:

"Banyak orang bisa berbuat baik, namun hanya sedikit saja yang BERANI BERBUAT BAIK SEBAGAI ORANG KRISTEN (KATOLIK). Dan, ini benar dalam kenyataan bahwa atas berbagai alasan dan bahkan tekanan yang membuat kita merasa takut akhirnya
 kita hanya boleh berbuat baik sebagai manusia dan tidak berani menampilkan diri sebagai SEORANG KATOLIK YANG BAIK di tengah dunia ini.

Karena itu, untuk menguatkanmu sebagai putra-putri Bunda Gereja Katolik, kupesankan kepadamu; "JADILAH ORANG KATOLIK YANG SEJATI PADA TEMPAT PERTAMA. SESAAT KETIKA ANDA MAMPU HIDUP SEBAGAI SEORANG KATOLIK YANG TAAT DAN SETIA, MAKA ANDA AKAN MENJADI MANUSIA YANG BAIK BAGI SESAMAMU."

Mau kuberikan contoh nyata? BUNDA TERESA dari Calcuta dan mendiang PAUS YOHANES PAULUS II; Mereka adalah putra-putri terbaik Gereja Katolik, yang taat dan setia kepada Gereja Katolik dengan segala ajarannya. Apa yang mereka dapatkan dari ketaatan mereka ini? Mereka bagaikan LAMPU YANG DILETAKKAN DI ATAS KAKI DIAN yang mampu menerangi baik orang Katolik, orang non-Katolik bahkan orang tak beragama dan tak ber-Tuhan sekalipun.

Dengan ini kuyakinkan engkau bahwa "MENJADI SEORANG KATOLIK BERARTI ANDA TERPILIH OLEH BAPA UNTUK MENJADI ANGGOTA GEREJA ALLAH YANG DIDIRIKAN OLEH PUTRA-NYA, YESUS DI DUNIA INI." Jika Anda menyadari akan betapa besarnya cinta Allah padamu sehingga Anda menjadi seorang Katolik dengan beragam cara maka seharusnya ANDA MAMPU MENJADIKAN DIRIMU BERKAT BAGI ORANG LAIN di sekitarmu.


Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Rinnong - duc in altum***


Inno Ngutra

Senin, 13 Januari 2014

Berbuat khilaf dan salah itu sesuatu yang manusiawi



"Berbuat khilaf dan salah itu sesuatu yang 

manusiawi, tapi jangan jadikan alasan untuk 

selalu melakukannya. Karena akan menjadi 

kebiasaan (habitus) yang tidak manusiawi".

Source FB Pietro Canisio Don

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India