Selasa, 17 November 2015

Sejarah Kongregasi JMJ

Sejarah Kongregasi JMJ


Didirikan oleh Pater Mathias Wolff, SJ pada 29 Juli 1822 di Amesfoort, Belanda, dengan nama "Pedagogi Chretienne" atau Societas Jesus Maria Joseph dan mengambil Keluarga Kudus Nazareth sebagai Pelindung Kongregasi.  Berawal dari keprihatian Pater Mathias akan situasi semangat umat Katolik yang sangat merosot pada jamannya karena orang-orang lebih mengutamakan hal-hal duniawi daripada kehidupan beriman.  Pater Mathias beranggapan bahwa salah satu jalan untuk mengembalikan semangat keagamaan sehingga orang lebih mengutamakan nilai-nilai adikodrati daripada nilai-nilai kodrati yang bersifat duniawi adalah dengan mempersiapkan calon-calon katekis dan pemimpin yang bersemangat.  Maka pendidikan dianggap sebagai karya yang dapat menjawab salah satu kebutuhan umat pada waktu itu.

Karisma dan spiritualitas Tarekat JMJ adalah 'kesiap-sediaan apostolis yang selalu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat pada jamannya yang ditandai oleh sikap lepas bebas sebagai tanda penyerahan diri, melaksanakan kehendak Bapa' (Konstitusi no. 3).  Sedangka motto Tarekat JMJ adalah 'apabila Anda berada di tempat yang dikehendaki oleh Tuhan, tetaplah di sana, tetapi apabila ia menghendaki Anda ke lain tempat, pergilah…." (Konsitusi no. 3).  Tarekat ini pun mempunyai visi dan misi untuk bersama Gereja setiap hari kita akan memperbaharui wajah-wajah yang suram, tanpa belas kasih, putus asa karena berbagai alasan menjadi wajah baru dan bersinar.  Sistim ketidakadilan, penindasan, diskriminasi, eksploitasi dalam hati manusia maupun dalam tatanan sosial masyarakat dihapus dan diganti dengan tatanan yang lebih adil.  Jalan kemerdekaan yang ditempuh adalah mengubah wajah suram menjadi cerah dan memancarkan kasih Allah.  Bersama Gereja, Tarekat JMJ diutus untuk membawa wajah baru dunia.

Atas undangan Bapa Uskup Batavia, Tarekat JMJ datang ke Indonesia pada 30 April 1897 untuk mulai menaburkan benih-benih Kerajaan Allah lewat jalur pendidikan kepada anak-anak puteri di Minahasa, Sulawesi Utara.  Para pionir tiba di Minahasa pada 17 Juli 1898, tetapi baru mendapat ijin membuka karya resmi di bidang pendidikan pada Oktober 1907.  Sebelum Perang Dunia II, Gereja menugaskan Tarekat JMJ untuk berkarya di daerah Indonesia bagian Tengah dan Timur yang meliputi diantaranya Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Banggai di Sulawesi Tengah, Muna di Sulawesi Tenggara, dan Irian Jaya (sekarang Papua).  Setelah daerah-daerah tersebut, karya Tarekat JMJ baru merambah ke wilayah Jawa, Sumatera, Sumbawa, dan Timor.  Di tahun 1984, Tarekat JMJ mulai berkarya di Paroki  Cengkareng dengan membuka pendidikan khusus SMU yang kemudian disusul dengan pembukaan pendidikan untuk SMP, SD, dan TK.

Kongregasi yang mempunyai 44 komunitas/rumah biara yang tersebar di beberapa kepulauan di Indonesia ini pada mulanya hanya berkarya di bidang pendidikan.  Dengan adanya perkembangan jaman dan melihat kebutuhan umat yang semakin menantang, maka berbagai karya lainnya mulai dijalankan oleh Tarekat ini:

Bidang pendidikan dimulai dari TK, SD, SMU, SLB, SPK, dan AKPER.

Bidang Karya Kesehatan dengan mendirikan rumah sakit, rumah bersalin, dan balai pengobatan.

Bidang Sosial yang berpusat di Keuskupan Manado meliputi asrama SLB, asrama siswa/mahasiswa 
atau pegawai, panti asuhan, rumah jompo, serta membuka lapangan kerja bagi mantan penderita penyakit 
kusta.

Bidang Pastoral meliputi pemberian pelajaran agama, pastoral care (pendampingan rohani) di rumah sakit, pendampingan muda-mudi, retret, rekoleksi, dan pendalaman iman.

Pendidikan calon JMJ dibagi dalam 3 tahap: (1) Masa Pra-Postulat/Aspiran adalah masa perkenalan terhadap lingkungan Tarekat dengan tinggal pada salah satu komunitas/rumah biara; (2) Masa Postulat adalah masa calon diperkenalkan secara resmi pada Kongregasi dan sebaliknya, selama kurang lebih satu tahun; (3) Masa Novisiat selama 2 tahun yang dibagi menjadi Masa Tahun Kanonik saat calon diberi kesempatan secara intensif untuk mengundurkan diri dari dunia dan hanya memusatkan diri pada hal-hal rohani, dan Masa Yunior saat seorang suster muda diharapkan dapat mengintegrasikan antara hidup rohani/doa dan karya.  Adapun syarat-syarat bergabung dengan Tarekat JMJ adalah: (1) wanita berumur 18 tahun ke atas; (2) telah dibaptis; (3) pendidikan minimum SLTA/sederajat; (4) sehat jasmani dan rohani; (5) mendapat ijin orangtua/pastor paroki/pembimbing rohani; (6) terdorong untuk mempersembahkan diri kepada Tuhan dan sesama.

Untuk lebih mengenal dan mengetahui informasi selanjutnya, silahkan menghubungi kami pada alamat-alamat berikut:

Generalaat JMJ
Jagersboschlaan 17
5262 LS Vught Netherland
Fax. 073-6570249

Privinsialat JMJ
Jl. Somba Opu 273
Makasar, Sulawesi Selatan
Tel. 0411-855841

Susteran JMJ "Bintang Kejora"
Jl. Taman Cengkareng Indah Blok HC 11
Jakarta Barat 11720
Tel. 021-5407495

Kongregasi Jesus Maria Dan Josep



Visi : 
Terciptanya Kerajaan Allah dalam Komunitas Juniorat sehingga terwujudnya cinta, sukacita dan pelayanan

Misi :
Setiap suster mampu hidup dalam :
1. Doa, ekaristi, tobat
2. Bekerjasama, jujur, tekun, dan ulet
3. Terbuka, tabah, dan mengampuni
4. Siap sedia, taat, dan rendah hati
5. Kasih, damai, dan persaudaraan
6. Korban






TUJUAN JUNIOR INTENSIF:
Masa untuk menjembatani anggota muda societas JMJ seteah menjalani masa pembinaan Novisiat menuju komunitas karya.

SEKILAS PANDANG JUNIORAT :
Komunitas Juniorat berada satu kompleks dengan komunitas St. Walterus tepatnya di Jl. Raya Kolongan No. 188 Tomohon Sulawesi Utara

Junior intensif menerima pembekalan-pembekalan, bimbingan secara pribadi dan bersama, juga menjalankan perutusan di tempat-tempat karya sesuai dengan kebutuhan.
Pelaksanaan karya perutusan kami dimulai pukul 07.00 – 14.00 WITA, setelah menjalani tugas perutusan di tempat karya kami melaksanakan tugas harian di Juniorat.




Pada sore hari kami bergabung bersama komunitas Induk (komunitas Walterus) untuk Sembah Sujud dan Ibadat Sore bersama, kecuali hari Senin sore kami mengadakan ibadat Sabda di Juniorat, dengan tujuan melatih para suster junior untuk memimpin ibadat.





Setiap hari Sabtu dan Minggu ada rekreasi bersama dengan tujuan untuk menyeimbangkan antara hidup doa, karya dan menjalin keakraban antar anggota komunitas.

Kegiatan hari Minggu : membantu pelayanan komuni di paroki-paroki terdekat (Paroki St. Joseph Sarongsong dan Paroki Maria Ratu Damai Uluindano), di samping uitu mengadakan kunjungan orang sakit di RS Gunung Maria Tomohon. 




Para suster Junior diberi kesempatan juga untuk belajar komputer, internet, dan les bahasa Inggris.

Pembinaan di komunitas Juniorat intensif selama ± 1 tahun, setelah menyelesaikan masa juniorat intensif, para suster muda ini dengan kesiapsediaan penuh meninggalkan Juniorat menuju ke tempat perutusannya sesuai dengan provinsinya masing-masisng (Manado, Makasar, dan Jakarta) 


ANGGOTA KOMUNITAS JUNIORAT ANGKATAN 2008:

PEMBIMBING:





Sr. CONSTANTIA SUNDAH, JMJ





SUSTER-SUSTER JUNIOR ANGKATAN 2009:

PROVINSI MANADO:




Sr. AGNES SUMARRE, JMJ
(ASAL: Keuskupan Agung Makassar)





Sr. CAROLINA JONNA' JMJ
(ASAL: Keuskupan Agung Makassar)





PROPINSI MAKASSAR





Sr. CHRISTINA MISLINA, JMJ
(ASAL: Keuskupan Agung Semarang)




PROVINSI JAKARTA:





Sr. PRISKA NYOMAN WIDIANTARI
(ASAL: Keuskupan Agung Makassar)




KAMI MENGUCAPKAN "HAPPY WOMAN DAY 2009"


http://www.antoniuspadua.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=154&Itemid=141

Kamis, 05 November 2015

Polisi Usut Dalang di Balik Penghadangan Truk Sampah DKI


Kompas.com/Robertus Belarminus
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal. Jumat (6/6/2015).

Polisi Usut Dalang di Balik Penghadangan Truk Sampah DKI

Kepolisian membentuk tim untuk menelusuri kemungkinan adanya dalang di balik penghadangan truk sampah DKI Jakarta di Cileungsi, Bogor. 

"Tim akan bekerja untuk melihat siapa saja yang ada di balik ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Kepolisian akan melakukan upaya hukum jika menemukan dugaan pelanggaran hukum terkait peristiwa itu. Sejauh ini, Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat. (Baca: Penghadangan Truk Sampah DKI, Polisi Siap Lakukan Tindakan)

"Karena bersinggungan dengan wilayah hukum Polda Metro Jaya, kami koordinasi, ada personel-personel yang sudah ditempatkan oleh Polres Bogor. Konkretnya nanti, hari ini akan disampaikan," kata Iqbal.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya melakukan langkah antisipatif karena penghadangan truk ini berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. 

"Kita melihat permasalahan tersebut akan menimbulkan gangguan keamanan. Nah, diminta atau tidak diminta, kepolisian akan turun melakukan antisipasi," ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, sekitar 200 truk sampah Pemerintah Provinsi DKI dihadang 50 warga di Jalan Cileungsi, Bogor, pada Senin (2/10/2015) pagi. 

Truk dihadang saat akan mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Terkait peristiwa ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah menyampaikan laporannya kepada polisi.

Penulis : Kahfi Dirga Cahya
Editor : Icha Rastika

Source : http://megapolitan.kompas.com/read/2015/11/04/19091251/Polisi.Usut.Dalang.di.Balik.Penghadangan.Truk.Sampah.DKI.

SEJARAH AWAL KONGREGASI SUSTER SUSTER SPM INDONESIA




SEJARAH AWAL KONGREGASI SUSTER SUSTER SPM INDONESIA



Tujuh suster misionaris pertama Indonesia
Asal usul Kongregasi Suster Santa Perawan Maria (SPM) berasal dari Belanda Utara - Amersfoort yang dikenal dengan nama "Zusters van Onze Lieve Vrouw van Amersfoort" (Zrs. O.L.Vrouw-Amersfoort). Di Indonesia Kongregasi dikenal sebagai Suster-Suster SPM. Hadir di Indonesia (Probolinggo-Jawa Timur) pada tanggal 11 Oktober 1926, diperingati sebagai Hari Jadi Kongregasi SPM Indonesia. Kongregasi berkembang saat ini berkat kehadiran 7 (tujuh) Suster Perintis pertama dari Belanda : Sr. M. Oda (Pemimpin Pertama), Sr. M. Arnolda, Sr. M. Rosaria, Sr. M. Bernadetta, Sr. M. Agnesia, Sr. M Emiliana dan Sr. M. Vincenta. Pohon Kongregasi yang ditanam di Probolinggo tahun 1926 (lihat pula Probolinggo tempo dulu), kini telah berkembang menjadi 32 Komunitas yang tersebar di beberapa Keuskupan di Indonesia dan Filipina: Malang, Surabaya, Semarang, Jakarta, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Manokwari-Sorong dan Antipolo (Filipina). Bidang perutusan Kongregasi: Pendidikan Formal, Asrama, Sosial Kemasyarakatan, Pastoral, Rumah Pembinaan dan Layanan Kesehatan.

Source : http://susterspm-provindo.blogspot.sg/

Komunitas SPM ( Santa Perawan Maria )

VISI KOMUNITAS SPM PROVINDO

SETURUT TELADAN YESUS DAN MARIA
KOMUNITAS SPM BERKUALITAS
DALAM KEHIDUPAN PERSEKUTUAN,PANGGILAN DAN KERASULAN

WILAYAH PROBOLINGGO


PROBOLINGGO : Jl. dr. Moh Saleh 25 Probolinggo 67211 Jawa Timur
POSTULAT SPM : Jl. dr. Moh. Saleh 25 - Probolinggo 67211 - Jawa Timur
LUMAJANG : Jl. Jend. Panjaitan 1, Lumajang 67312 - Jawa Timur

SPM MALANG - LAWANG

NOVISIAT : Jl. Pandan 2 - Malang 65112 - Jawa Timur
SPM LAWANG: Jl. Tawang Argo 7 - Lawang - Jawa Timur
SPM PUTERAN : Jl. Puteran 1 Malang 65117 - Jawa Timur 
SPM TELOMOYO : Jl. Telomoyo 2 Malang 65112 - Jawa Timur
MALANG - LANGSEP: Jl. Simpang Langsep 15 Malang 65112 - Jatim
KEPANJEN MALANG : Jl. Melati 296 Kepanjen Malang 65163 - Jatim

WILAYAH JEMBER

JEMBER I : Jl. Kartini 28 Jember 68137 - Jatim
JEMBER II : Jl. Mojopahit VI / F - 15A - Jember 68133
BONDOWOSO : Jl. Letnan Sudiono 33 - Bondowoso 68211 - Jatim
SPM SITUBONDO : Jl. J.A Suprapto 5 - Situbondo 68312 - Jatim
BANYUWANGI Jl. J. A. Suprapto 80 - Banyuwangi 68416 - Jatim

WILAYAH SURABAYA

SURABAYA I : Jl. Kepanjen 5 Surabaya 60175 - Jawa Timur
SURABAYA II : Jl. Pakis Tirtosari - Gg XIII no. 45- Surabaya 60256 - Jatim
MOJOKERTO : Jl. Jend. Akhmad Yani 11 Mojokerto 61311 Jawa Timur
JOMBANG: Jl. J. A Suprapto 13 Jombang 61411 - Jawa Timur

WILAYAH JAWA TENGAH


MAGELANG : Jl. Jend. A. Yani 224 - Magelang 56114 - Jawa Tengah
TUMPANG : SMPK Santa Maria - Tumpang Sawangan-Magelang 56461 - Jawa Tengah.
YOGYAKARTA : Demangan , Jl. Mliwis 4 - Yogyakarta 55281
PROMASAN : Kotak Pos 2 Kalibawang - Yogyakarta 55672

SUSTER SPM KALIMANTAN

KOTABARU : Jl. Karya Utama 42 Kotabaru - Pulau Laut - KALSEL
PELAIHARI: Jl. H. Bujasin 32 Angsau - Pelaihari 70802 KALSEL
BANJARMASIN: Jl. Simpang Gatot Subroto Jl. Kemiri 66 Banjarmasin 70235 KALSEL
TANJUNG: Jl. Ir. P.H.M. Noor- RT 6 Sulingan Tanjung - KALSEL
GROGOT : Jl. R. A Kartini 74 Kotak Pos 35 Tanah Grogot 76211- Kabupaten Paser KALTIM
MANGKUPALAS :

BALI DAN PAPUA

AMLAPURA: Jl. Untung Suropati 448 Amlapura 80813 - Karangasem - Bali Timur
PRAFI - PAPUA: Jl. Merpati Udapi Hilir Prafi - Manokwari Papua

SPM JAKARTA

Suster Suster SPM
Pamulang Permail AX 14 / 7 - Pamulang 15417 - Tangerang - Banten
Jawa Barat.

FILIPINA

Sisters of Our Lady of Amersfoort
Nagpatong Street - Barangay St. Juan
Baras Rizal - Philippines 1970
Tel: +63 2108572
E-mail: hi_baras@yahoo.com

Selasa, 03 November 2015

KESAKSIAN MUJIZAT DALAM HIDUP LYDIA KANDAU

KESAKSIAN MUJIZAT DALAM 
HIDUP LYDIA KANDAU
Berikut Kesaksiannya :
"Saya rindu menceritakan kepada semua orang, bahwa Tuhan yang saya kenal itu sungguh amat baik".

Kita tau bahwa Kehidupan seorang artis atau selebritis tak akan pernah lepas dari gosip. Demikianlah pembicaraan yang sudah mengakar di masyarakat pada umumnya. Hal ini bisa kita mengerti atau maklumi, karena bagaimana pun juga artis adalah public figure.
Demikian halnya yang dialami oleh seorang artis cantik Lydia Kandau. Kesibukannya digereja dalam pelayanan telah membuat hidupnya berubah dan membuat Ia tenggelam dari keartisannya. Walaupun demikian, label artis yang telah disandangnya itu masih melekat.
Saat ini Lydia Kandau kerap diminta bersaksi di berbagai denominasi gereja di Indonesia. Bahkan baru-baru ini Lydia Kandau mengikuti suatu perjalanan ziarah ke Yerusalem. Istilah cinta buta mungkin dialami oleh wanita berdarah Manado ini. Kisah cintanya dengan pria yang tidak seiman berakhir di pelaminan, sekalipun sempat ditentang oleh pihak keluarga. Tapi ia nekad, atas dasar cinta ia menikah dengan Jamal Mirdad, seorang penyanyi.
Hari-hari yang dilaluinya setelah pernikahan terasa begitu indah. Tapi sebagai umat Kristus, seharusnya ia pergi ke gereja di hari Minggu. Tapi Lydia tidak. Bersama suami tercinta, Ia kerap mengisi hari-harinya dengan jalan-jalan, nonton, atau shopping dan sebagainya.
"Makin lama rasanya kok makin jauh dari Tuhan,"ungkapnya.
Namun, pikiran seperti itu tidak cukup membuat Lydia Kandau berbalik pada Tuhan. Ia seolah menikmati semua itu. Dan sampai tiba tiba Anaknya jatuh Sakit yang cukup Aneh, bahkan sampai kedua anak mengalami sakit 'aneh'. "Syaraf kiri anak saya abnormal," tuturnya. Ia langsung membawanya ke rumah sakit dengan keyakinan setelah ditangani dokter pasti anaknya sembuh. yang terjadi justru sebaliknya. Makin lama kondisi anaknya semakin parah. "Seperti obat-obat yang diberi dokter tidak mempan terhadap penyakitnya. Anak saya seperti mau mati. Matanya tidak mau terbuka," kisahnya. Akhirnya diputuskan untuk membawa anaknya pulang ke rumah.
"Saya menangis dan menangis sambil membaringkan anak saya di tempat tidur. Saya merenung dan larut dalam kebisuan. Seketika saya teringat akan dosa-dosa saya dulu. Saya tidak setia kepada Tuhan. Padahal Tuhan sudah begitu baik ada saya," akunya.
Seketika itu juga, ia berdoa sambil bercucuran air mata. Minta ampun atas segala dosa dan ketidaksetiaannya. Ia betul-betul merasa telah mendukakan hati Tuhan.
"Luar biasa ternyata," ungkapnya. Sesaat ia katakan amin, hati dan batinnya terasa lega sekali. "Plong rasanya. Saya yakin darah Yesus telah menghapus
dosa-dosa saya," tuturnya sumringah.
Lalu ia melihat anaknya yang masih terbaring dalam keadaan yang memprihatinkan. Air matanya jatuh lagi. Ia duduk di sisi tempat tidur sambil mengelus-elus
kepala anaknya. Batinnya berkata, "Tuhan, aku tahu Engkau telah menghapuskan dosaku. Saat ini juga ya Bapa, jikalau Engkau mengasihi aku, tolong sembuhkan anakku. Aku percaya sepenuh jiwa, Engkau sanggup melakukan semua itu. Sebab segala perkara dapat kutanggung di dalam Engkau."
Usai berdoa, ia memuji-muji Tuhan dengan kidung pujian yang tiada putus-putusnya. "Saya berjanji bahwa saya tidak akan pernah berhenti memuji Tuhan sampai Tuhan sembuhkan anak saya," paparnya. Ternyata ajaib, satu jam berselang, mata anaknya perlahan mulai terbuka.
"Perlahan, tapi pasti mata anak saya terbuka. Lalu ia bangun dari tempat tidur. Ajaibnya, di wajahnya tidak ada gambaran kesakitan. Padahal ia baru saja mengalami suatu penyakit yang luar biasa berat untuk anak seusianya. yang terlukis di wajahnya adalah sukacita.
Sungguh ini suatu mujizat. Saya langsung memeluk anak saya sambil berkata: "Terima kasih Tuhan," urainya.
Sejenak diajaknya anaknya berdoa bersama. Mengucap syukur atas kesembuhan yang hanya datang dari Allah. "Tuhan sudah mendengar doa saya," ujarnya saat itu.
Sejak kejadian itu, ia berjanji akan setia melayani Tuhan.
"Saya ingin menceritakan kepada semua orang, bahwa Tuhan itu sungguh baik adanya," tukasnya.
Ternyata badai itu belum berlalu. Sang suami belum merestui kemauannya untuk kembali ke gereja. Apalagi harus membawa anak-anaknya.
"Terpaksa dulu saya berbohong. Membawa anak-anak dengan alasan nonton, renang, jalan-jalan, dan macam-macam. Padahal sebelum atau sesudah kegiatan itu kami ke gereja. Habis kalau tidak begitu, mana bias saya ke gereja," kilahnya.
Kami, lanjutnya, harus main petak umpet. Alkitab dulu biasanya disimpan. Bacanya juga menunggu Jamal pergi.
"Terus terang saya tersiksa dengan keadaan seperti itu," akunya. Tapi ia sudah punya komitmen, bahwa ia tidak akan menjual Tuhan Yesus karena apa pun juga.
Lama-kelamaan Jamal mulai berubah. Ia semakin menghargai saya. Ia pernah mengatakan tidak melarang saya atau anak-anak ke gereja.
"Sukacita sekali saat saya mendengar itu," cetusnya.
Lydia memang punya komitmen bahwa anak-anak harus ikut ibunya. Walaupun dua anaknya bersekolah di Al-Azhar, tapi setiap Minggu, mereka pasti ke gereja.
"Ketika saya mulai pelayanan pun, Jamal tidak melarang. Ia cuma katakan sebaiknya pelayanan di dalam kota saja. Tidak usah sampai ke luar kota," jelasnya.
Isu yang sempat menerpa pemeran "Merry" dalam sinetron
"Gara-Gara" bersama Jimmy dan Sion Gideon ini adalah disharmoni keluarga. Bahkan dikabarkan kehidupan rumah tangganya retak. Ketika dikonfirmasikan dengan tegas
Lydia mengatakan tidak benar demikian. "Jamal itu punya kasih. Bahkan mungkin lebih baik dari orang Kristen sendiri. Ia takut akan Tuhan. Pada dasarnya, ia ingin dihargai, oleh sebab itu ia pun tahu harus menghargai orang lain yang berbeda dengan dia," ungkapnya.
Lalu apakah Jamal mendukung pelayanan Lydia yang nampaknya kian hari intensitasnya kian padat?
"Mendukung tidak, melarang juga tidak," ujarnya.
Saat ditanya apakah pernah ribut-ribut soal agama di rumah, ia menjawab, "Tidak. Tidak pernah. Kami tidak mau mempersoalkan agama. Itu hak masing-masing. Lydia juga menambahkan kalau akhir-akhir ini Jamal sering tanya-tanya tentang firman Tuhan. Bahkan Jamal beberapa kali meminta Lydia membacakan Alkitab sebelum tidur. "Kalau saya marah, Jamal selalu mengingatkan, katanya "kasih," jelasnya. Apakah suatu hari Jamal akan masuk Kristen? "Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan," tutur Lydia menutup perbincangan.

Source : FB Ayob Tabuni

Sabtu, 17 Oktober 2015

Kunjungan Rm Adam Dam Ibu Ginting Ke Civita Jkt 11 Oct 2015 - Bgn 4











 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India