Minggu, 08 Juni 2014

Come Holy Spirit



Come Holy Spirit, I need Thee
Come sweet Spirit, I pray,
Come in Thy strength and Thy power,
Come in Thine own gentle way.
Come as the wisdom to children
Come as new sight for the blind,
Come, Lord, as strength to my weakness
Take me, soul, body and mind.

Rabu, 04 Juni 2014

Memilih Capres Ala Katolik dengan Bercermin pada Ajaran Sosial Gereja

Memilih Capres Ala Katolik dengan Bercermin pada Ajaran Sosial Gereja

Gereja Katolik memiliki banyak dokumen yang berkaitan dengan kehidupan sosial kemasyarakatan, yaitu Rerum Novarum (Paus Leo XIII), Pacem in Terris (Paus St.Yohanes XXIII), Centesimus Annus (Paus St.Yohanes Paulus II),  dan bagian kedua dokumen Deus Caritas Est (Paus Benediktus XVI), dan pastinya  Kompendium Ajaran Sosial Gereja.  Ada tujuh tema pokok dalam Ajaran Sosial Gereja.

Sering dikatakan bahwa kita sebaiknya memilih atau membuat keputusan berdasarkan hati nurani. Tetapi menurut Gereja Katolik, hati nurani dapat salah.

Dikarenakan Gereja memandang bahwa hati nurani bukan sekadar perasaan atau intuisi, melainkan selalu berkaitan dengan nalar, maka agar hati nurani tidak salah maka perlu ada nilai-nilai moral yang memandunya. Dalam kaitan dengan hal tersebut, setidaknya, ketujuh tema ini dapat menjadi rambu-rambu bagi seorang Katolik untuk menimbang visi dan misi Capres RI:

1. Hormat kepada Individu Manusia
  • Martabat manusia adalah bahwa ia diciptakan sesuai dengan citra Allah (catatan tambahan: citra Allah, yaitu sebagai laki-laki dan perempuan. Orang yang memiliki kecenderungan homoseksual  tetap dihormati, namun hubungan seksual dan pernikahan sesama jenis tetap dianggap berlawanan dengan kodrat, jadi jangan sampai pernikahan sesama jenis diakui oleh hukum sipil, apalagi atas dasar hak asasi manusia) 
  • Gereja menegaskan bahwa hak untuk hidup dimiliki manusia sejak dalam kandungan(catatan tambahan:sejak sperma berhasil membuahi ovum sudah ada jiwa dalam embrio)
  • (Catatan tambahan: isu-isu seputar poin ini yang dinilai negatif oleh Gereja adalah : aborsi, euthanasia. kloning, penggunaan sel induk embrio untuk kesembuhan,)
  • (Catatan tambahan: Isu-isu seputar poin ini yang dinilai kasuistik: hukuman mati --- sangat dianjurkan menempuh cara lain)
  • (Catatan tambahan: isu yang dinilai tidak bertentangan dengan moral adalah pencabutan alat-alat penyokong kehidupan. Dengan demikian menyerahkan si sakit kepada Allah. Kehendak-Nya selalu yang terbaik.)
  • (Catatan tambahan: setelah hak untuk hidup, hak mendasar berikutnya adalah hak kebebasan beragama.)

2. Mengedepankan Keluarga
  • Manusia tidak pernah merupakan individu melainkan bagian dari keluarga
  • Keluarga merupakan pertimbangan utama pengambilan kebijakan
  • Keluarga adalah unit dasar masyarakat
  • Jaminan upah harus menyokong pasangan dan anak
  • (Catatan tambahan: pada prinsipnya, yang didukung Gereja adalah sistem KB alamiah dengan penghitungan masa subur. Manusia dianugerahi akal budi untuk mengatur kendali seksual. Penggunaan kontrasepsi dalam bentuk apapaun dianggap bertentangan dengan prokreasi --- prinsip ini seringkali diterapkan Gereja dengan pendekatan pastoral case by case)

3. Perlindungan terhadap Hak Kepemilikan Pribadi
  • Hak kepemilikan pribadi menyangkut kebebasan manusia
  • Hak kepemilikian pribadi bukan tanpa syarat. Jika tidak ada cara lain yang menjamin keberlangsungan hidup manusia, maka mengambil kebutuhan dasar dari pihak yang memilikinya secara berlimpah, adalah dibenarkan (St.Thomas Aquinas)
  • Hak kepemilikan pribadi membawa serta tanggung jawab, untuk dijaga dan diupayakan bagi kesejahteraan umum

4. Kerja bagi Kesejahteraan Umum
  • Paus St. Yohanes XXIII mendefinisikan kesejahteraan umum sebagai “jumlah total kondisi sosial yang mengizinkan manusia, sebagai kelompok maupun individu, mencapai kepenuhan mereka secara lebih utuh dan lebih mudah.” (pacem in Terris 55)
  • Paus St.Yohanes Paulus II mendefinisikan kesejahteraan umum sebagai “bukan hanya jumlah total kepentingan-kepentingan tertentu, melainkan juga asesmen dan integrasi kepentingan-kepentingan tersebut atas dasar hierarki nilai-nilai yang seimbang. Utamanya, hal itu menuntut pengertian yang tepat akan martabat dan hak manusia.” (Centesimus Annus 47)
  • Keutuhan manusia mencakup dimensi fisik kesehatan dan dan psikologis
  • Bagaimanapun, betapapun petingnya, kesejahteraan umum bukanlah kebaikan yang tertinggi.  Keutuhan tertinggi setiap manusia dapat ditemukan di dalam Allah, namun demikian kesejahteraan umum ini membantu kelompok dan individu untuk mencapai kebaikan tertinggi,
  • Jika kondisi sosial menjauhkan manusia dari cinta terhadap Allah dan sesama, maka kesejahteraan umum belum tercapai.
  • Menurut Paus St.Yohanes Paulus II, solidaritas bukan sekadar “perasaan iba yang kabur atau stres yang dangkal akan kemalangan banyak orang, melainkan tekad yang kuat dan mantap bertahan untuk membaktikan diri bagi kesejahteraan umum, yaitu kebaikan semua orang dan setiap individu, karena kita bertanggung jawab atas setiap orang.”  (Solicitudo Rei Socialis 38)

5. Menjalankan Prinsip Subsidiaritas
  • Ajaran Katolik mengajarkan bahwa peran pemerintah bukan hanya untuk menekan kejahatan –seperti yang banyak diajarkan pemikir Kristen non-Katolik –melainkan memiliki peran positif, yaitu menjamin kesejahteraan umum.
  • Paus St.Yohanes Paulus menuliskan, “Adalah tugas negara untuk menyediakan ketahanan dan kelestarian kesejahteraan umum, seperti misalnya, lingkungan alam dan manusia, yang tidak bisa dijaga begitu saja oleh kekuatan pasar.” (Centesimus Annus 40)
  • Prinsip subsidiaritas berarti negara harus dapat menyelesaikan segala sesuatu yang tidak bisa diselesaikan dengan cara lain (ketahanan nasional, kerja sama antarnegara, perjanjian-perjanjian, dsb), namun di sisi lain negara tidak boleh ikut campur untuk menuntaskan segala masalah.
  • “Tatanan komunitas yang lebih tinggi tidak boleh ikut campur dalam hidup internal komunitas dalam tatanan yang lebih rendah, (dan) merendahkan fungsi-fungsinya, melainkan harus mendukungnya jika dibutuhkan, dan membanytu mengkoordinasi aktivitasnya dengan masyarakat lainnya, selalu dalam kerangka kesejahteraan umum.” (Centesimus Annus 48)
  • Siapa saja yang berkehendak baik, termasuk umat Katolik, dapat menyampaikan ketidaksetujuannya secara legitim terhadap perundang-undangan ataupun campur tangan pemerintah yang bertujuan menuntaskan masalah sosial.

6. Menghormati Kerja dan Pekerja
  • Allah membiarkan manusia memberi nama pada hewan-hewan setelah mereka diciptakan. Hal ini mengindikasikan bahwa kerja yang dilakukan manusia adalah partisipasi dalam dan mencerminkan pemeliharaan Allah atas semesta.
  • Pekerja bukan robot, bukan sarana produksi bagi pemilik modal, melainkan harus dihormati dan diberi kesempatan untuk membentukl perserikatan untuk menjamin adanya kompensasi (upah) yang adil secara kolektif.
  • Gereja mendampingi pekerja membentuk perserikatan-perserikatan untuk mengatasi dampak buruk industrialisasi.

7. Mencari Perdamaian dan Reksa terhadap Kaum Miskin
  • Perdamaian bukan ketiadaan konflik melainkan seperti yang diungkapkan St.Agustinus: “kedamaian tatanan” (“tranquility of order”)
  • “Teori Perang Berkeadilan” yang dikemukakan St.Agustinus merupakan jalan tengah antara pasifisme (perang dinilai sebagai sesuatu yang jahat secara moral) dan realisme (perang tidak memiliki aturan, yang bertahan adalah yang menang).
  • Perdamaian mencakup tatanan masyarakat yang berkeadilan.
  • Kebijakan sosial diarahkan untuk menciptakan tatanan masyarakat yang berkeadilan
  • Kebijakan sosial harus memperhitungkan kaum miskin

Selamat memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden terbaik untuk Republik Indonesia !

Disarikan dari:

Source : FB Rafael Satria

Rafael SatriaRafael Satria

Senin, 19 Mei 2014

Deklarasi Jokowi-JK di Gedung Joeang 45, Jakarta



Ini foto Jokowi dan istri bertemu Muhammad Jusuf Kalla dan istri saat Deklarasi Jokowi-JK di Gedung Joeang 45, Jakarta. “Bismillah ... Mohon doanya dr Seluruh Masyarakat Indonesia. Salam Indonesia Hebat,” ujar Mohammad Jusuf Kalla dalam akun twitter @Pak_JK 


Minggu, 18 Mei 2014

"Panen Imam dan Biarawan" di Gereja Katolik St. Arnoldus Jansen, Bekasi (18/5).






















"Panen Imam dan Biarawan" di Gereja Katolik St. Arnoldus Jansen, Bekasi (18/5). 

Puluhan anak ikut merayakan Minggu Panggilan di Gereja Katolik St. Arnoldus Jansen, Bekasi (18/5). Mereka secara khusus mengenakan pakaian misionaris ala Bruder, Pastor, dan Suster.

Biar pun terlihat amat manis, namun mereka tetaplah anak-anak. Sembari memakai pakaian rohaniwan tampak mereka dengan polosnya mengisi waktu dengan membaca komik, disisir rambutnya oleh orangtua masing-masing, dll.

Minggu panggilan dengan perayaan semacam ini ternyata menggugah keinginan anak-anak dan orangtua untuk terlibat dalam karya gereja sebagai gembala. Sudah tentu, tumbuhnya minat ini harus terus disirtami dengan doa dan pendampingan tanpa henti hingga mereka bisa benar-benar melayani Tuhan sebagai gembala ....

Terima kasih kepada Bapak dan Ibu dari Padupan dan Pak Jo dkk atas kesempatan indah ini.
-Foto: Votta-

Source : FB Anang YB



Rabu, 14 Mei 2014

BIARA KAPUSIN di JARANGUDA (Brastagi – Tanah Karo)


Biara Kapusin San Damiano (tampak depan). Kalau nanti bangunan baru selesai, maka rumah ini akan diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin menginap untuk berdoa, bersamadi, retret atau konsultasi rohani.


Biara Kapusin San Damiano. 
Di kejauhan biara yang baru sedang dalam tahap akhir pembangunan


Biara baru yang sedang dalam tahap penyelesaian dilihat dari depan.


Biara baru yang sedang dalam tahap penyelesaian dilihat dari samping.


Biara baru yang sedang dalam tahap penyelesaian dilihat dari samping.


Biara baru yang sedang dalam tahap penyelesaian dilihat dari belakang.







BIARA KAPUSIN di JARANGUDA (Brastagi – Tanah Karo) (29 foto)

Saya perkenalkan Biara Kapusin yang ada di Jaranguda, Brastagi – Tanah Karo. Tempatnya tidak jauh dari pusat kota Brastagi. Caranya untuk sampai ke sana ialah: 1. Melalui jalan yang ada di depan Hotel Sibayak (kira-kira 15 menit dengan mobil) 2. Bila datang dari arah Medan, kita belok ke kanan tak jauh dari pertigaan Tongkoh (pada simpang jalan ke kanan itu ada plakat besar bertuliskan BIARA KAPUSIN SAN DAMIANO); jarak dari simpang itu ke biara sekitar 5 km).

Walaupun biara ini tidak jauh dari pusat kota, namun suasana alam lingkungan di sana sepi dan tenteram. Biara itu terletak di kaki bukit. Bila kita berada pada salah satu bagian tertentu dari tempat ini, kita bisa memandang sebagian kota Brastagi.

Biara itu kecil. Penghuninya sekarang ada 4 orang imam Kapusin. Daya tarik tempat ini ialah Kapel KABAR SUKACITA dan GUA MARIA yang terbuka untuk umum. Banyak orang datang ke sana (secara pribadi atau kelompok) untuk berdoa dan bersamadi.

Sekarang sebuah bangunan yang lebih besar sedang dalam tahap penyelesaian. Bangunan baru itulah nanti itu yang menjadi Biara Kapusin, sedangkan rumah yang sekarang ditempati keempat imam Kapusin itu akan dijadikan rumah tamu bagi para pengunjung yang ingin menginap dan meluangkan waktu di sana untuk berdoa, bersamadi, retret atau konsultasi rohani. ===

Source : FB 
Leo Sipahutar Ofmcap

Leo Sipahutar Ofmcap





Senin, 12 Mei 2014

Gereja Katolik tidak akan pernah ada tanpa adanya para biarawan dan biarawati,



Gereja Katolik tidak akan pernah ada tanpa adanya para biarawan dan biarawati,

Di Hari Minggu Paskah IV ini, kita juga merayakan Hari Minggu Panggilan. 
Ingatlah bahwa Gereja Katolik tidak akan pernah ada tanpa adanya para biarawan dan biarawati, terlebih khususnya para imam yang berperan sebagai Kristus dalam tiap Sakramen yang mereka adakan. 
Tanpa imam, biarawan, dan biarawati, tak akan ada Sakramen, dan takkan ada Gereja Katolik.
Maka, sudahkah kita mendoakan panggilan dalam Gereja, khususnya panggilan untuk hidup imamat dan hidup membiara?
Jika Anda mempunyai anak, beranikah Anda untuk memohonkan rahmat panggilan bagi anak Anda dan menyerahkannya pada Kristus demi Gereja-Nya?
Ingatlah, "carilah dulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan kemudian"


Source : FB Irini Pasi

Jumat, 02 Mei 2014

Kerja meningkatkan harkat & martabat manusia.


Suster-suster Ordo SANG TIMUR

"Kerja meningkatkan harkat & martabat manusia sebagai ciptaan Allah dan memungkinkan manusia ikut serta dalam karya penciptaan & penyelamatan Allah..."



"Rencana Tuhan selalu indah bagi mereka yang percaya, taat dan setia pada hukum2Nya..."





Di Tangkuban Perahu


Konas TARA Bandung

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India