Jumat, 20 September 2013

Semua Dipersembahkan bagi Tuhan, Suster dan Kembang Yang Cantik.





















Source : FB Elsye Randa



Ave Maria













Source : FB Arthur Syluaris

Bersama : Sr ALMA, Bhakti Luhur, Merauke.



Pelayanan kita tidak menambah apapun pada Tuhan, tapi bahwa kita BOLEH DEKAT dan MELAYANI DIA, itu saja sudah KARUNIA asalkan kita MENGIMANI KEAGUNGAN dan KEHADIRANNYA. Maka " Tuhan, tambahkan IMAN kami" (Bersama : Sr ALMA, Bhakti Luhur, Merauke.)

Source : FB Yakobis Surabaya

Imamat kudus untuk mempersembahkan korban rohani.



"Biarlah kamu digunakan sebagai batu hidup.....bagi suatu imamat kudus untuk mempersembahkan korban rohani. (1Ptr 2:2:2.59 -12)

Source : FB Yakobis Surabaya

Rabu, 18 September 2013

Wanita Pendosa Menyapa Mereka yang Merasa Tidak Berdosa "TUHAN TIDAK MENGHUKUMKU"

Foto: Wanita Pendosa Menyapa Mereka yang Merasa Tidak Berdosa   "TUHAN TIDAK MENGHUKUMKU"   "Minyak wangi di tubuh menebarkan keharuman, tapi jiwa yang terampuni mendatangkan keselamatan; Kuharumkan kaki-Mu, Tuhan dengan minyak berhargaku agar Kauselamatkan jiwaku dengan minyak Surgawi-Mu."   Kesadaran akan dosa-dosa mengayunkan langkahku mendekati-Nya di rumah Simon. Semua mata memandang menghina dan mencibirku sebagai wanita pendosa, tapi niat hatiku telah mematikan rasa maluku, sehingga aku terus melangkah mendekati-Nya.   Sampailah aku di hadirat-Nya. Kekudusan-Nya semakin menarikku untuk bersimpu di kaki-Nya. Mata tak sanggup memandang, tangan enggan untuk berjabat, tapi kusadari bahwa ada getaran cinta yang menyapa lembut di kedalam jiwaku; "Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat.... Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."   Kukeluarkan minyak berhargaku dari dari tas kecil yang kubawa, kutuangkan tetes demi setetes bercampur air mata penyesalanku atas dosa-dosaku yang banyak itu di telapak kaki-Nya. Kukeringkan basah itu dengan rambutku yang panjang terurai sementara jiwaku hanyut dalam sesal dan tobat.   Tiba-tiba jiwaku mengajakku lembut, dengarkanlah kata-kata-Nya. Kusendengkan telingaku ketika ada suara berwibawa berkata lembut penuh cinta; "Putri-Ku, DOSAMU TELAH DIAMPUNI!"   Rasa sedih bercampur haru, luapan gembira jiwa tak mampu membendung lagi air mata kebahagiaan yang membuat jiwaku berseru; TERIMA KASIH TUHAN...TUHAN-KU TIDAK MENGHUKUMKU!    Kawan... Anda pun akan mendengar kata-kata yang sama bila saja engkau mau pergi ke kamar pengakuan dan mengakui dosa-dosamu di hadapan para imam-Nya. Scott Hahn menguatkanmu; "Ketika Gereja (para imam) mengampunimu, maka Yesus sendirilah yang mengampunimu." Itulah mengapa Ia menghendaki adanya sakramen Tobat di dalam Gereja-Nya, di dalam Gereja Katolik yang didirikan-Nya di atas batu karang Petrus, pemimpin para Rasul-Nya.   Karena itu, ingatlah akan kata-kata Paus Fransiskus selalu: Allah tak pernah lelah mengampuni kita, tapi kita sendirilah yang sering merasa bosan dan lelah memohon ampun dari-Nya.   Kutambahkan; "Pengampunan Allah tiada batasnya, tapi waktu hidupmu dan hidupku ada batas akhirnya. Jika engkau sadar akan kebenaran ini, maka tidak mungkin engkau menunda untuk menerima pengampunan-Nya setiap saat. Pergilah....Tuhanmu sedang menantimu, kawan!   Selamat beraktivitas para sahabat.....Tuhan memberkatimu.   Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,  ***Duc in Altum***

"TUHAN TIDAK MENGHUKUMKU"


"Minyak wangi di tubuh menebarkan keharuman,
tapi jiwa yang terampuni mendatangkan keselamatan;
Kuharumkan kaki-Mu, Tuhan dengan minyak berhargaku
agar Kauselamatkan jiwaku dengan minyak Surgawi-Mu."


Kesadaran akan dosa-dosa mengayunkan langkahku mendekati-Nya di rumah Simon. Semua mata memandang menghina dan mencibirku sebagai wanita pendosa, tapi niat hatiku telah mematikan rasa maluku, sehingga aku terus melangkah mendekati-Nya.


Sampailah aku di hadirat-Nya.
Kekudusan-Nya semakin menarikku untuk bersimpu di kaki-Nya. Mata tak sanggup memandang, tangan enggan untuk berjabat, tapi kusadari bahwa ada getaran cinta yang menyapa lembut di kedalam jiwaku; "Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat.... Aku akan memberikan kelegaan kepadamu."


Kukeluarkan minyak berhargaku dari dari tas kecil yang kubawa, kutuangkan tetes demi setetes bercampur air mata penyesalanku atas dosa-dosaku yang banyak itu di telapak kaki-Nya. Kukeringkan basah itu dengan rambutku yang panjang terurai sementara jiwaku hanyut dalam sesal dan tobat.


Tiba-tiba jiwaku mengajakku lembut, dengarkanlah kata-kata-Nya. Kusendengkan telingaku ketika ada suara berwibawa berkata lembut penuh cinta; "Putri-Ku, DOSAMU TELAH DIAMPUNI!"


Rasa sedih bercampur haru, luapan gembira jiwa tak mampu membendung lagi air mata kebahagiaan yang membuat jiwaku berseru; TERIMA KASIH TUHAN...TUHAN-KU TIDAK MENGHUKUMKU!


Kawan...
Anda pun akan mendengar kata-kata yang sama bila saja engkau mau pergi ke kamar pengakuan dan mengakui dosa-dosamu di hadapan para imam-Nya. Scott Hahn menguatkanmu; "Ketika Gereja (para imam) mengampunimu, maka Yesus sendirilah yang mengampunimu." Itulah mengapa Ia menghendaki adanya sakramen Tobat di dalam Gereja-Nya, di dalam Gereja Katolik yang didirikan-Nya di atas batu karang Petrus, pemimpin para Rasul-Nya.


Karena itu, ingatlah akan kata-kata Paus Fransiskus selalu:
Allah tak pernah lelah mengampuni kita, tapi kita sendirilah yang sering merasa bosan dan lelah memohon ampun dari-Nya.


Kutambahkan; "Pengampunan Allah tiada batasnya, tapi waktu hidupmu dan hidupku ada batas akhirnya. Jika engkau sadar akan kebenaran ini, maka tidak mungkin engkau menunda untuk menerima pengampunan-Nya setiap saat. Pergilah....Tuhanmu sedang menantimu, kawan!


Selamat beraktivitas para sahabat.....Tuhan memberkatimu.


Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Duc in Altum***


Source : Fans Of Iman Katolik

BUNDA GEREJA TIDAK PERNAH MENUTUP PINTU BAGI SETIAP ANAKNYA

Foto: BUNDA GEREJA TIDAK PERNAH MENUTUP PINTU BAGI SETIAP ANAKNYA  Gereja sebagai bunda sekali lagi menjadi tema yang dipilih oleh Paus Fransiskus untuk katekese  pada audiensi umum hari Rabu ini. "Saya sangat suka penggambaran ini, karena tampaknya bagi saya bahwa penggambaran memberitahu kita untuk tidak hanya bagaimana Gereja tersebut, tetapi juga menunjukkan kepada kita wajah Gereja, ini Gereja kita, harus semakin menunjukkan", paparnya.  Paus memulai dengan mempertimbangkan apa yang seorang ibu lakukan untuk anak-anaknya. Pertama-tama, "dia mengajar kita bagaimana melanjutkan hidup ... dia berorientasi kita, dia selalu berusaha untuk menunjukkan kepada kita jalan yang benar dalam hidup untuk tumbuh dan menjadi dewasa. Dan dia melakukan ini dengan kelembutan, dengan kasih sayang, dengan cinta kasih, selalu - bahkan ketika dia mencoba untuk memperbaiki jalan kita karena kita sedikit kehilangan arah kita  atau mengambil jalan yang mungkin menyebabkan kita jatuh ".  "Gereja berbuat demikian: dia berorientasi pada hidup kita, dia menawarkan kita petunjuk bagaimana untuk berjalan di jalan yang benar. Pikirkan Sepuluh Perintah Allah : yang menunjukkan kita jalan untuk mengikuti jika kita matang, memperbaiki arah dalam perilaku kita. Dan ini merupakan buah dari kelembutan, dari kasih besar yang Allah berikan kepada kita. Anda mungkin berkata kepada saya: tapi  Perintah Allah ini! adalah daftar perintah yang negatif! Saya ingin mengajak Anda untuk membacanya, ... dan kemudian berpikir tentang hal tersebut secara positif. Anda akan melihat bahwa perintah-perinyah tersebut menyangkut cara kita berperilaku terhadap Allah, terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, seperti seorang ibu mengajarkan kita bagaimana untuk hidup dengan baik. Perintah-perintah tersebut mengingatkan kita untuk tidak membuat berhala materi untuk diri kita sendiri, yang kemudian mengubah kita menjadi budak, untuk mengingat Allah, untuk menghormati orang tua kita, untuk jujur, untuk menghormati orang lain ... Cobalah untuk melihat perintah-perintah dengan cara ini dan menganggap perintah-perintah seolah itu semua  adalah kata-kata dan ajaran ibu yang diberikan kepada kita untuk memilih jalan yang benar dalam hidup. Seorang ibu tidak pernah mengajarkan sesuatu yang buruk, ia hanya menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya, dan demikian pula Gereja ".  Kedua, "ketika seorang anak tumbuh dan menjadi dewasa ... dan memikul tanggung jawabnya ... dia melakukan apa dia inginkan, dan pada saat itu dia mungkin menyimpang jauh dari jalan. ... Seorang ibu selalu, dalam setiap situasi, memiliki kesabaran untuk terus menemani anaknya. Dia berseangat oleh kekuatan kasih ... dan bahkan ketika [anak-anaknya] membuat kesalahan, dia selalu menemukan cara memahami mereka ... untuk membantu mereka. Kita mengatakan bahwa seorang ibu 'berdiri dan dianggap'  bagi anak-anaknya, yaitu, dia selalu berusaha untuk membela mereka ".  "Gereja juga sama: gereja adalah seorang ibu yang penyayang dan mengerti, yang selalu mencoba untuk membantu, memberi dorongan bahkan ketika anak-anaknya telah berbuat kesalahan atau terus melakukannya. Bunda gereja tidak pernah menutup pintu bagi umatnya, Bunda Gereja tidak menghakimi, tetapi menawarkan pengampunan Allah, Bunda Gereja menawarkan kasihnya untuk mengundar anak-anaknya untuk kemnbali ke jalan yang benar bahkan meski anak-anaknya telah jatuh pada jurang dosa yang sangat dalam. Gereja tidak pernah takut dan ragu untuk masuk ke dalam kegelapan umatnya dalam upaya memberikan pengharapan pada mereka; gereja tidak gentar untuk masuk kedalam gelap malamnya kita ketika jiwa dan hati nurani kita deikelilingi oleh kegelapan, memberikan kita harapan! karena gereja adalah bunda kita.   Akhirnya, "seorang ibu juga tahu bagaimana cara bertanya, untuk mengetuk setiap pintu anak-anaknya, tanpa perhitungan kecuali dengan kasih. Dan saya berpikir bagaimana ibu tahu, sebagian besar dari semua, bagaimana mengetuk pintu Allah! Ibu giat berdoa  untuk anak mereka sendiri, terutama bagi mereka ... yang paling membutuhkan, yang hidupnya telah mengambil jalan yang berbahaya atau keliru. ..... Gereja berbuat demikian: melalui doa, ia menempatkan kehidupan semua anak-anaknya di tangan Tuhan. Marilah kita percaya pada kekuatan doa dari Bunda Gereja: Tuhan tidak pernah  acuh tak acuh. Tuhan selalu tahu bagaimana mencengangkan kita saat kita ragu terhadap diri kita. Bunda Gereja tahu tentang itu.   "Jadi, ini adalah pikiran saya ingin untuk berbagi dengan Anda hari ini: kita lihat dalam Gereja ibu yang baik yang menunjukkan jalan untuk berjalan di dalam kehidupan, yang selalu sabar, berbelaskasihan dan ppengertian, dan tahu bagaimana menempatkan kita dalam tangan Allah".  Sumber: Vatican Information Service  Disadur bebas oleh :  ~Dv

BUNDA GEREJA TIDAK PERNAH MENUTUP PINTU BAGI SETIAP ANAKNYA

Gereja sebagai bunda sekali lagi menjadi tema yang dipilih oleh Paus Fransiskus untuk katekese pada audiensi umum hari Rabu ini. "Saya sangat suka penggambaran ini, karena tampaknya bagi saya bahwa penggambaran memberitahu kita untuk tidak hanya bagaimana Gereja tersebut, tetapi juga menunjukkan kepada kita wajah Gereja, ini Gereja kita, harus semakin menunjukkan", paparnya.

Paus memulai dengan mempertimbangkan apa yang seorang ibu lakukan untuk anak-anaknya. Pertama-tama, "dia mengajar kita bagaimana melanjutkan hidup ... dia berorientasi kita, dia selalu berusaha untuk menunjukkan kepada kita jalan yang benar dalam hidup untuk tumbuh dan menjadi dewasa. Dan dia melakukan ini dengan kelembutan, dengan kasih sayang, dengan cinta kasih, selalu - bahkan ketika dia mencoba untuk memperbaiki jalan kita karena kita sedikit kehilangan arah kita atau mengambil jalan yang mungkin menyebabkan kita jatuh ".

"Gereja berbuat demikian: dia berorientasi pada hidup kita, dia menawarkan kita petunjuk bagaimana untuk berjalan di jalan yang benar. Pikirkan Sepuluh Perintah Allah : yang menunjukkan kita jalan untuk mengikuti jika kita matang, memperbaiki arah dalam perilaku kita. Dan ini merupakan buah dari kelembutan, dari kasih besar yang Allah berikan kepada kita. Anda mungkin berkata kepada saya: tapi Perintah Allah ini! adalah daftar perintah yang negatif! Saya ingin mengajak Anda untuk membacanya, ... dan kemudian berpikir tentang hal tersebut secara positif. Anda akan melihat bahwa perintah-perinyah tersebut menyangkut cara kita berperilaku terhadap Allah, terhadap diri sendiri dan terhadap orang lain, seperti seorang ibu mengajarkan kita bagaimana untuk hidup dengan baik. Perintah-perintah tersebut mengingatkan kita untuk tidak membuat berhala materi untuk diri kita sendiri, yang kemudian mengubah kita menjadi budak, untuk mengingat Allah, untuk menghormati orang tua kita, untuk jujur, untuk menghormati orang lain ... Cobalah untuk melihat perintah-perintah dengan cara ini dan menganggap perintah-perintah seolah itu semua adalah kata-kata dan ajaran ibu yang diberikan kepada kita untuk memilih jalan yang benar dalam hidup. Seorang ibu tidak pernah mengajarkan sesuatu yang buruk, ia hanya menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya, dan demikian pula Gereja ".

Kedua, "ketika seorang anak tumbuh dan menjadi dewasa ... dan memikul tanggung jawabnya ... dia melakukan apa dia inginkan, dan pada saat itu dia mungkin menyimpang jauh dari jalan. ... Seorang ibu selalu, dalam setiap situasi, memiliki kesabaran untuk terus menemani anaknya. Dia berseangat oleh kekuatan kasih ... dan bahkan ketika [anak-anaknya] membuat kesalahan, dia selalu menemukan cara memahami mereka ... untuk membantu mereka. Kita mengatakan bahwa seorang ibu 'berdiri dan dianggap' bagi anak-anaknya, yaitu, dia selalu berusaha untuk membela mereka ".

"Gereja juga sama: gereja adalah seorang ibu yang penyayang dan mengerti, yang selalu mencoba untuk membantu, memberi dorongan bahkan ketika anak-anaknya telah berbuat kesalahan atau terus melakukannya. Bunda gereja tidak pernah menutup pintu bagi umatnya, Bunda Gereja tidak menghakimi, tetapi menawarkan pengampunan Allah, Bunda Gereja menawarkan kasihnya untuk mengundar anak-anaknya untuk kemnbali ke jalan yang benar bahkan meski anak-anaknya telah jatuh pada jurang dosa yang sangat dalam. Gereja tidak pernah takut dan ragu untuk masuk ke dalam kegelapan umatnya dalam upaya memberikan pengharapan pada mereka; gereja tidak gentar untuk masuk kedalam gelap malamnya kita ketika jiwa dan hati nurani kita deikelilingi oleh kegelapan, memberikan kita harapan! karena gereja adalah bunda kita.

Akhirnya, "seorang ibu juga tahu bagaimana cara bertanya, untuk mengetuk setiap pintu anak-anaknya, tanpa perhitungan kecuali dengan kasih. Dan saya berpikir bagaimana ibu tahu, sebagian besar dari semua, bagaimana mengetuk pintu Allah! Ibu giat berdoa untuk anak mereka sendiri, terutama bagi mereka ... yang paling membutuhkan, yang hidupnya telah mengambil jalan yang berbahaya atau keliru. ..... Gereja berbuat demikian: melalui doa, ia menempatkan kehidupan semua anak-anaknya di tangan Tuhan. Marilah kita percaya pada kekuatan doa dari Bunda Gereja: Tuhan tidak pernah acuh tak acuh. Tuhan selalu tahu bagaimana mencengangkan kita saat kita ragu terhadap diri kita. Bunda Gereja tahu tentang itu.

"Jadi, ini adalah pikiran saya ingin untuk berbagi dengan Anda hari ini: kita lihat dalam Gereja ibu yang baik yang menunjukkan jalan untuk berjalan di dalam kehidupan, yang selalu sabar, berbelaskasihan dan ppengertian, dan tahu bagaimana menempatkan kita dalam tangan Allah".

Sumber: Vatican Information Service

Disadur bebas oleh :

~Dv


Source : FB Fans Of Iman Katolik.

Selasa, 17 September 2013

"MEREKA KEMBALI KARENA EKARISTI KUDUS"(Sapaan seorang Pastor kepada saudara-saudaranya para PASTOR)



"MEREKA KEMBALI KARENA EKARISTI KUDUS"


Beberapa hari ini aku meluangkan waktu untuk membaca kisah-kisah perjalanan orang-orang Katolik, yang meninggalkan Gereja Katolik - melanglang buana mencari jajan yang lebih enak di berbagai tempat, tapi akhirnya menyadari bahwa makanan sang ibu kandung adalah yang terbaik walaupun tersaji dalam bentuk yang sederhana dengan rasa yang biasa saja...biasa masakan ala kampung. Tapi, sadarkah engkau bahwa makanan sederhana Bunda Gereja itu adalah EKARISTI KUDUS? Kehadiran Yesus yang diterima lewat Ekaristi Kudus menjadi moment masa kecil yang tak terlupakan sepanjang hayat, dan inilah alasan utama mengapa mereka kembali ke pangkuan Bunda Gereja Katolik.


Karena itu, bila umat tidak menyadari akan kehadiran nyata Yesus dalam Ekaristi kudus, bila orang tua dan guru-guru Katolik tidak memberikan pengetahuan iman yang luar biasa ini kepada anak-anak Katolik, maka salah dan dosa siapa bila mereka tidak akan mengenang lagi saat terindah itu sebagai alasan untuk kembali ke pangkuan Bunda Gereja Katolik yang kita cintai?


Namun, satu hal yang kusadari sebagai seorang imam, yakni ketika aku tidak merayakan Ekaristi Kudus dengan tata liturgi yang dianjurkan oleh Bunda Gereja; ketika aku sendiri sebagai seorang imam tidak menyadari akan Kehadiran nyata Yesus di dalam Ekaristi sehingga merayakannya tanpa sebuah penghayatan yang sungguh, yang membuat umat tidak merasakan kehadiran Kristus di dalam Ekaristi Kudus maka penyebab utama kepergian umatku adalah aku sebagai imammu, dan mungkin juga akulah yang menjadi alasan mengapa mereka tidak kembali ke pangkuan Bunda Gereja Katolik. Oh, Tuhan..jangan biarkan ini terjadi padaku sebagai imammu, yang Kau percayakan untuk mengubah roti dan anggur menjadi "Tubuh dan Darah-Mu di dalam tanganku."


Sejenak aku teringat akan kata-kata Bunda Maria kepada Catalina:

Santa Perawan, dengan tangan-tangannya terkatup dalam doa, memandang dengan penuh perhatian dan hormat kepada selebran.
Ia berbicara kepadaku dari sana, tetapi tanpa suara, langsung ke hatiku, tanpa memandangku:

“Aneh bagimu melihatku sedikit di belakang Monsignor, bukankah begitu? Demikianlah seharusnya…. Sekalipun begitu besar kasih Putra-Ku kepadaku, Ia tidak memberiku martabat seperti yang Ia berikan kepada seorang imam, yakni dapat mendatangkan Putraku dalam tangan-tanganku setiap hari, seperti yang dilakukan tangan-tangan imamatnya. Karena itulah, aku merasakan hormat mendalam bagi seorang imam dan bagi segala mukjizat yang Tuhan selenggarakan melalui seorang imam, yang membuatku berlutut di sini.”

Ya Tuhan-ku, betapa martabat, betapa rahmat yang Tuhan limpahkan atas jiwa-jiwa imamat. Dan kita, bahkan mungkin sebagian dari mereka, tidak menyadarinya.


Kawan....
Engkau dan aku belum terlambat untuk menyakinkan kembali umat kita tentang KEHADIRAN NYATA KRISTUS dalam EKARISTI KUDUS. Biarlah setiap umat selalu mempunyai kerinduan yang mendalam terhadap Ekaristi Kudus yang kita rayakan setiap saat di dalam Gereja Katolik, di mana pun kita merayakannya.


Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,


***Rinnong***




Source : FB Rm Inno Ngutra,Pr

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India